11 TPS di Kabupaten Asmat Lakukan PSU, Polri Siapkan Pengamanan

0
Kombes Pol Drs.A M Kamal

Kombes Pol Drs.A M Kamal

Merauke, PSP –11 tempat pemungutan suara (TPS) di empat distrik Kabupaten Asmat harus melakukan pemungutan suara ulang. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari hasil rapat pleno Bawaslu Kabupaten Asmat, Sabtu (12/12). 

11 TPS tersebut yakni Kampung Per, Distrik Agats TPS 01, Kampung Asuwetsy Distrik Agats, TPS 01, TPS 02, dan TPS 03. Kemudian, di Kampung Kaye, Distrik Agats TPS 01, Kampung Suwru, Distrik Agats, TPS 01 dan TPS 02. Kampung Sinepit, Distrik Kopay, TPS 01, Kampung Sogoni, Distrik Atsj TPS 01, Kampung Akat Distrik Akat TPS 01 dan TPS 02.

TPS 01 Kampung Per Distrik Agats direkomendasikan PSU karena, telah terjadi pencoblosan surat suara yang dilakukan oleh kepala kampung dan sekretaris kampung Per lebih dari satu kali untuk mewakili pemilih dalam DPT pada TPS.

TPS 01, TPS 02, dan TPS 03 Kampung Asuwetsy Distrik Agats, TPS 01 Kampung Kaye Distrik Agats, TPS 01 dan TPS 02  Kampung Suwru Distrik Agats direkomendasikan PSU karena telah terjadi penggabungan TPS. Sebagaimana disebutkan diatas kedalam satu TPS yang bukan disiapkan oleh KPPS dan telah terjadi pencoblosan surat suara oleh KPPS dan Kepala Kampung Kaye lebih dari satu kali untuk mewakili pemilih.

TPS 01 Kampung Sinepit Distrik Kopay, juga terjadi hal serupa. Ketua dan anggota KPPS melakukan pencoblosan surat suara.  Demikian pula di TPS 01 Kampung Sogoni Distrik Atsj.  Sementara di TPS 01 dan TPS 02 Kampung Akat Distrik Akat, terjadi pembagian surat suara oleh KPPS TPS 01 dan TPS 02 Kampung Akat Distrik Akat untuk kedua pasangan calon. Terjadi juga pencoblosan surat suara oleh Ketua dan Anggota KPPS TPS 02 dan TPS 02 Kampung Akat, lebih dari satu kali.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan Polda Papua akan terus memberikan pengamanan pada tahapan-tahapan Pemilukada tahun  2020 di Papua sehingga pelaksanaan berjalan aman dan kondusif, termasuk di Kabupaten Asmat.

Untuk itu, Kabid Humas berpesan kepada semua pihak untuk menerima apapun hasil dari pesta demokrasi tersebut. Karena itu merupakan buah dari masa kampanye yang dituai pada proses perhitungan nanti. “Mari kita tunjukan bahwa berpolitik di Papua itu menggunakan hati nurani. Dengan demikian, Papua bisa melahirkan para pemimpin yang baik, berintegritas dan lahir dari proses demokrasi yang bersih,” pintanya, Sabtu (12/12).[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *