Guru Mappi Bersatu: Desak Keadilan dan Keamanan Pasca-Pembacokan Kepala SMP Satap Dagimon

0

Mappi, PSP – Gelombang solidaritas menyelimuti Kabupaten Mappi menyusul insiden pembacokan yang menimpa Magdalena Aprilia Letson, S.Pd. Gr., Kepala Sekolah SMP Satu Atap (SATAP) Kampung Dagimon. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mappi secara resmi mengawal proses rujukan korban dan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres Mappi pada Jumat (24/4/2026).Insiden berdarah yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut terjadi di jalan Kepi-Dagimon pada Kamis (23/4/2026). Akibat luka serius yang diderita, korban Magdalena Aprilia Letson, S.Pd. Gr., langsung dievakuasi menggunakan pesawat di pelabuhan Maf untuk dirujuk ke Makassar guna mendapatkan penanganan medis intensif. Keberangkatan korban diantar langsung oleh rekan-rekan sejawat sebagai bentuk dukungan moril.Usai mengantar korban, massa yang tergabung dalam PGRI Kabupaten Mappi langsung menuju Polres Mappi untuk menyampaikan tuntutan hukum. Dalam orasinya, Guru Senior Benediktus Amta, S.Pd., menyoroti rentannya keamanan bagi tenaga pendidik di wilayah tersebut.”Kehadiran kami sebagai guru di Kabupaten Mappi seolah tidak dihargai. Guru terus-menerus menjadi sasaran kriminalitas. Kami mengutuk keras kejadian ini dan menuntut Pemerintah Daerah serta Kepolisian untuk bertindak nyata,” tegas Benediktus.Dalam aksi tersebut, pengurus PGRI Kabupaten Mappi secara resmi menyerahkan pernyataan sikap yang memuat empat poin krusial:1. Mengecam Keras Tindakan Pelaku, PGRI Kabupaten Mappi mengecam keras bahwa guru adalah pilar pendidik bangsa yang harus dijunjung tinggi martabatnya. Segala bentuk pelecehan, kekerasan, maupun intimidasi merupakan serangan nyata terhadap marwah dunia pendidikan. Kami tidak akan tinggal diam. 2. Mendesak penegakan hukum tanpa kompromi, mendesar Kapolres Mappi beserta jajarannya untuk segera mengusut tuntas, mengidenfitikasi, menangkap dan memproses hukum para pelaku sesuai dengan UU yang berlaku. Kasus ini harus diselesaikan secara transparan agar memberikan efek jera. Tidak ada ruang toleransi bagi pelaku kekerasan terhadap pendidik.3. Menuntut jaminan keamanan dari pemerintah daerah, meminta pemerintah daerah untuk memberikan jaminan keamanan nyata bagi seluruh tenaga pendidik di kabupaten Mappi Khususnya bagi para ibu guru yang betugas di daerah rawan dan terpencil. Keamanan guru adalah syarat mutlak keberlangsungan pendidikan.4. Pangawalan dan pendampingan penuh PGRI Kabupaten Mappi akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami berkomitmen memberikan pendampingan hukum serta dukungan psikologis kepada Ibu Magdalena Aprilia Letson, S.Pd. Gr., hingga kondisi mentalnya pulih sepenuhnya. Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, S.IP., M.H., menyatakan keprihatinan mendalam dan berkomitmen penuh untuk mengungkap kasus ini. Pihak kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan memperdalam penyelidikan di lokasi kejadian.”Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus kriminal ini. Percayakan prosesnya kepada kami. Secara institusi, Polres Mappi turut merasa terpukul atas kejadian yang menimpa tenaga pendidik,” ujar Kapolres di hadapan massa aksi. [RADE-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *