Lagi Viral, Tidak Mau Jadi Pengangguran, Pemuda Papua ini Berjualan Buah Keliling
Yulius Bahari Supusepa saat menyempatkan diri menjajakan dagangannya di Kantor Bawaslu Merauke. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Inspirasi datang dari seorang pemuda Papua yang mau bekerja menjual buah-buahan dengan berkeliling Kota Merauke guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Belakangan, ia tengah viral di jagat maya karena berjualan buah mengitari Kota Merauke menggunakan sepeda bututnya.
Banyak warganet yang mengapresiasi pemuda ini untuk dijadikan contoh kepada para pemuda lainnya untuk bekerja dengan berdagang.
Suatu kebetulan, Jumat (11/12),wartawan media ini bertemu dengannya saat hendak menuju wilayah Kelapa Lima untuk menjajakan buahnya.
Yulius Bahari Supusepa namanya.
“Yulius Bahari Supusepa,” ucapnya.

Sontak mendengar jawaban itu, wartawan media ini mengajaknya untuk menepi sejenak, sekaligus melihat dan membeli dagangannya.
Ia mengaku, sejak kecil dibesarkan oleh orang Ambon di wilayah lokasi.
“Saya orang Marind, mama saya fam Kaize. Dari kecil saya dibesarkan oleh orang Ambon dibuat saya marga Supusepa,” ujarnya.
Yulius yang lahir di Toray pada tahun 1986 ini pun sangat fasih berbahasa Jawa.
“Lingkungan saya semua orang Jawa sewaktu di lokasi. Sementara ini memang saya tinggal di Kaliweda 1 bersama teman dari lokasi,” kata dia.
Yulius mengatakan, sampai ia bisa berjualan buah keliling, karena sebulan yang lalu hendak mencari pekerjaan.
“Sebulan lalu saya sedang cari pekerjaan, ketemu lah saya sama kawan sewaktu SMA, di SMAN 2 Merauke. Dia menjual buah di Parako, saya bertanya, apakah ada pekerjaan, kawan perempuan dia jawab hanya ada buah yang bisa dijual,” Yulius mengisahkan.
Tak menunggu waktu lama, Yulius Supusepa langsung menyetujui tawaran itu.
“Saya bilang saya juga hobi berjualan keliling. Sejak dari situ saya sudah sebulan berjualan dan hasilnya lumayan,” kata dia.
Yulius menjual buah – buahan yang sudah di kemas baik oleh teman SMA nya angkatan 2005. Baik buah apel, semangka, pisang, pir dan masih banyak lagi.
“Ini sudah di isi sama kawan saya. Jadi saya tinggal jual saja. Satu plastik berisi 7 buah apel atau pir, saya mendapatkan premi Rp.5.000,” sebut Yulius.
Yulius bilang, tidak perlu malu ketika pekerjaan yang dilakukan masih halal. “Ngapain kita malu, kita kan cari uang halal,” ujar pemuda yang belum memiliki sang pujaan hati ini. [ERS-NAL]

Mantab kak, terus berjuang, bekerja itu adalah ibadah sesuai yg di perintahkan oleh Tuhan untuk kelangsungan hidup keluarga kakak,, semangat ya kak, salam untuk keluarga nya, SALAM SEHAT SELALU
Salut untuk kakak