Jelang Pencoblosan Petugas KKPS Lakukan Rapid Test

0
Salim Difinubun

Salim Difinubun,S.Sos,M.AP

Merauke, PSP –  Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Distrik Merauke melakukan rapid test di sejumlah Puskesmas yang sudah ditunjuk KPU Merauke, Senin (7/12). Hal ini dilakukan menjelang pemilihan Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Merauke, yang berlangsung Rabu (9/12). Hasilnya, 6 petugas dinyatakan reaktif.

Ketua PPD Distrik Merauke, Salim Difinubun,S.Sos,M.AP menyebut keenam KPPS itu, satu diantaranya dari Kelurahan Samkai, empat orang dari Kelurahan Karang Indah dan satu sisanya,  dari Kelurahan Maro. Dengan hasil itu, pihaknya pun langsung melapor dan melakukan pertemuan dengan KPU Merauke, guna mengambil langkah lebih lanjut. Keenam petugas kemudian di nonaktifkan dari kepengurusan KPPS dan tidak bisa diakomodir lagi.

“Mereka ini sangat beresiko pada saat Hari H (pencoblosan,red). Satu-satunya jalan, mengganti petugas itu,” terang Salim di Kantor KPU Merauke, kemarin.

Salim menyebut, untuk Distrik Merauke, jumlah petugas KPPS termasuk Linmas, sebanyak 1.678 orang. yang melakukan rapid test di hari pertama itu, baru setengah atau sekitar 50 persen. Diharapkan, hari ini (Selasa 8/12), semuanya bisa rampung. “Mudah-mudahan besok kita bisa dorong, semua petugas bisa kita akomodir,”  katanya.

Salim menambahkan dalam pemilihan kali ini, KPU bersama jajaran tingkat bawah juga memberikan ruang bagi pasien di Rumah Sakit bahkan bagi tahanan Polres Merauke, yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), untuk memberikan hak pilihnya.  “Kami sudah menyurat ke RSUD, RSAL, RS Bunda Pengharapan dan  Kapolres Merauke. Kita akan data, berapa banyak yang masuk dalam DPT difasilitasi dalam menyalurkan suaranya,” tandas Salim.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *