Paino: Penambahan Pompa dan Saluran Air Jadi Solusi Banjir Merauke

0
Paino

Paino, S.IP

Merauk, PSP – Usai menuntaskan program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota pada Sekolah Pascasarjana Universitas Cendrawasih, Paino menulis Tesis dengan judul Kebijakan penanganan banjir dikawasan pemukiman di Merauke.

Dalam tesisnya, Paino berkesimpulan bahwa beberapa sulusi persoalan banjir di Merauke diantaranya adalah dengan menambah pompa air dan memperbanyak saluran air atau got.

“Kota merauke ini kan daerahnya 2 meter dibawah permukaan air laut, kota kita itu modelnya kura-kura dibalik. Kalau pas musim hujan, air tergenang diwilayah kota, sehingga perlu penanganan penyedotan, pompa air diperbanyak, termasuk saluran-saluran air. Jadi Diperbanyak pintu air, mulai dari lampu satu, gudang arang, sehingga nanti sistemnya pompa air, pas air masuk kita pompa,” kata Paino usai pelaksanaan Wisudanya, di Bela Fiesta, (26/11/2020).

Selain itu, menurut Paino perlu adanya penertiban bangunan-bangunan membangun ditempat saluran air. Paslanya, jika saluran air tersumbat karena bangunan yang tidak tertib, maka para akhirnya akan kembali terjadi banjir.

“Masalahnya di Merauke, bangunan yang berdiri itu tidak sesuai arahan ruang. Arahan ruang itukan 5 tahun bisa kita tinjau lagi, tapi kadang-kadang mereka membangun, setelah jadi baru mereka mengurus IMB nya. Padahal seharusnya bangunan sebelum dibangun IMB turun,” tuturnya.

Dengan berbagai persoalan yang ada, imbuh Paino, maka seyogianya ada sinergitas Dinas terkait untuk secara bersama-sama mencari solusi penyelesaian banjir sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Jadi harus ada sinergitas dinas terkait, diantaranya, Dinas Perumahan, PU, dan Dinas Lingkungan Hidup. Persoalan pokoknya di 3 dinas ini, kalau 3 dinas ini tidak maksimal menangani kota merauke, banjar akan terjadi,” sebutnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *