Plt Ketua DPD Golkar Merauke Max Richard F.Krey

0
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Merauke didampingi pengurus lainnya memberikan keterangan pers, kemarin.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Merauke didampingi pengurus lainnya memberikan keterangan pers, kemarin. Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Papua Barat menunjuk Max Richard F. Krey sebagai Plt Ketua DPD Golkar Kabupaten Merauke. Begitu juga dengan jabatan Ketua Harian DPD Golkar yang dipercayakan kepada Dominikus Ulukyanan, Wakil Ketua Bagian Organisasi yakni dan Yulius K Paonganan. Sementara Wakil ketua bagian Kaderisasi dan Keanggotaan,  dijabat oleh Domarsan Pasaribu.

Prayogo,S.IP, Plt Sekretaris dan Ludwina Tjoa sebagai Plt Bendahara DPD Partai Golkar Kabupaten Merauke. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan yang ditetapkan sejak 17 Nopember 2020 dan  ditandatangani langsung Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Klemen Tinal,SE,M.Si maupun Sekretaris, Drs.Yacob Ingratubun.

SK tersebut berdasarkan hasil rapat pleno DPD Partai Golkar Provinsi Papua, 14 Nopember 2020, tentang penunjukan Plt Ketua, Ketua Harian dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Merauke.

Kepada wartawan, Max mengemukakan dirinya ditugaskan untuk melihat kondisi di Merauke. Pasalnya, kader partai yang diusung dalam Pemilukada tahun 2020 ini, gugur di tengah perjalanan. Dalam hal ini, Herman Anitu Basik-Basik, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Merauke. Herman  telah diberhentikan secara hormat.  “Sebagai kader dia, dianggap melanggar peraturan organisai (PO) partai  Golkar,” terang Max kepada wartawan di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Merauke, Kamis (26/11).

Meski begitu, Herman Basik-Basik ingin kembali, sebab  partai berlambang pohon beringin itu, masih welcome untuk menerima. Namun tidak masuk lagi dalam struktur yang mengambil keputusan. Sebab, dia telah melanggar aturan partai yang begitu ketat. “Siapapun dia kader, kalau salah langsung diberi sanksi,” tegasnya

Max kembali menegaskan bagi para kader agar tidak macam-macam. Sebab, sudah ada instruksi dari DPDP provinsi untuk Pemilukada di Merauke tahun ini. Golkar mendukung pasangan calon Bupati, Hendrikus Mahuze dan wakilnya, Edy Santosa. Wajib hukumnya, seluruh kader maupun simpatisan harus mendukung apa yang menjadi keputusan tersebut.

“Bila ada yang keluar dari keutusan ini, maka siapa yang bakal menanggung reksiko, baik sebagai kader golkar. “Kalau tidak mengindahkan, peringatannya langsung diberhentikan, kalau ketahuan. “Tidak boleh ada yang keluar dari keputusan ini. Kalau ada kedapatan mendukung pasangan lain atau main dua kaki, pasti diberikan sanksi, kepada kader tersebut,” pungkasnya.[FHS-SF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *