Hilang di Hutan, Jasad Kepala Kampung Yamkondo Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
Anggota Satgas dan pospol sesnuk saat mengefakuasi jasad rangka kepala kampung yamkondo. Foto: PSP/VER
Tanah Merah, PSP – Setelah menghilang selama satu minggu di hutan belantara Boven Digoel, akhirnya Jasad Kepala kampung Yamkondo, Distrik Sesnuk, Sebastianus Banggam (68) ditemukan. Saat ditemukan kondisi jasad hanya tinggal tulang belulang.
Sekertaris Kampung Yamkondo, Romanus Kandore menjelaskan kronologis hilangganya Kepala Kampung Yamkondo. Ia mengatakan pada Kamis (5/11) Almarhum bersama istri dan anaknya pergi mancing di hutan. Usai mancing almarhum menyarankan kepada anak dan istri untuk kembali ke rumah, sementara almarhum masih berburu di hutan.
Setelah seharian, kata Romanus, almarhum tidak juga kunjung pulang kerumah, sehingga istri dan anaknya mencari keberadaan almarhum di keluarganya di Kampung Kanggop dan Cem Tunas, namun tidak ditemukan. Karena tak kunjung ditemukan, akhirnya keluarga almarhum menginformasikan kepada masyarakat untuk membantu proses pencarian di hutan.
Setelah proses pencarian selama tiga hari, akhirnya jasad kepala kampung ditemukan oleh anaknya pada Sabtu (14/11). Saat ditemukan jasad Kepala Kampung sudah tidak utuh melainkan tinggal rangka yang berceceran. “ Sementara tulang bagian dada, rahang bawah dan tulang lengan sebelah kiri hilang,” kata Romanus saat ditemui dikediamannya, kemarin.
Menurut Romanus, setelah jasad ditemukan pihaknya meminta bantuan satgas dan Pospol sesnuk untuk proses evakuasi. Setelah di evakuasi jenasah almarhum langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara terkait otopsi, pihaknya tidak sempat melakukan lantaran tidak ada tenaga medis maupun dokter di kampung tersebut, sehingga keluarga memutuskan untuk dimakamkan pada Minggu (15/11). “Jadi kita temukan itu tinggal rangka dengan posisi terpisah. Kalau dia baru meninggal satu minggu pasti masih membusuk tapi ini tinggal rangka, kita pastikan bahwa itu jasadnya Pak Kampung, karena dilihat dari celana yang dikenakan, terus anak panah busur parang, dan noken itu milik pak kampung,” ujarnya. [VER-NAL]


