Tarif THC Pelabuhan Naik, Ini Penjelasan Pelindo
Merauke, PSP – Kenaikan tarif Terminal Handling Charge (THC) di Pelabuhan Merauke dinilai sangat mahal oleh pengusaha. Hal ini diakui berdampak pada harga – harga barang yang akan disalurkan distributor ke pasaran.
Pihak pengusaha mengaku kenaikan tarif THC ini mencapai 30 persen.
Namun hal itu ditepis oleh Manager Oprasional PT. Pelindo IV Merauke Zul Effendy saat dijumpai diruang kerjanya, lusa lalu.
Zul mengatakan, dalam komponen tarif THC terdapat tarif OPP atau Ongkos Pemuatan Pelabuhan (Pelabuhan Muat) /OPT (Ongkos Pelabuhan Tujuan) dan Port Charge.
“Dari THC itu, yang naik adalah tarif OPP OPT yaitu tarif tenaga kerja bongkar muat, yang diajukan ke KSOP sebagai otoritas di pelabuhan. Dengan pertimbangannya TKBM sudah selama 8 tahun tidak ada kenaikan tarif. Seperti kita tahu DPRD juga kan mendukung untuk kenaikan tarif TKBM malah sampai dibilang agar jangan dikurangi,” kata Zul.
Zul melanjutkan, sudah terjadi perubahan sistem pembayara di Pelabuhan dengan sistem port to port. “Khusus THC, yang tadinya pemilik barang membayar ke pelayaran yang mana dulu sistem pihak pelayaran lakukan adalah sistem siwai-siwai. Pemilik barang hanya tahu mengirim barang dan all ini semua di pelayaran. Disini mereka menunjuk salah satu JPT untuk kepanjangan tangan mereka untuk mengelola kontener mereka,” tuturnya.
Artinya dengan sistem port to port pihak pelayaran hanya menagih biaya angkutan dari pelabuhan asal ke pelabuhan angkut.
“Pada saat kegiatan bongkar muat dan seluruh kegiatan dari kontener bongkar sampai keluar biaya yang dibayarkan dalam bentuk THC dibayarkan ke Pelindo. Tapi yang jadi milik Pelindo yaitu Port Charge yang didalamnya meliputi, Lolo, Kebersihan, Dermaga, Penumpukan sampai sewa Fix Crane.
Jadi yang naik itu OPP/OPT, atas persetujuan KSOP naik sampai 20 persen,” kata Zul.
Dimana untuk kontener ukuran 20 feet sebesar Rp.2.500.000.
Zul mengatakan, berbicara biaya kepelabuhanan untuk peti kemas ada pihak shipping, ada juga pihak ekspedisi. “Kalau biaya THC jelas biaya untuk kontener 20 vit. Sekarang permasalahan pemilik barang kenapa kontener sampai 17 juta itu perlu diketahui komponennya,” tehas Zul. Ditambahkan, sewaktu sistem LumSum pemilik barang membayar semua ke pelayaran dengan adanya perubahan sistem zonasi ini, namun pihak pelayaran meminta agar biaya tersebut dipisah sesuai tupoksi masing – masing. “Artinya pemilik barang membayar ke masing – masing komponen di pelabuhan,” pungkas Zul. [ERS-NAL]
