Gempa Tektonik M 5,5 Guncang Oksibil

0
ilustrasi gempa bumi

Ilustrasi

Merauke, PSP – Wilayah Kabupaten Boven Digoel diguncang gempa tektonik. Dari hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan bahwa gempa memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,35 LS dan 140,48 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 87 km arah Barat Daya Oksibil Kab. Pegunungan Bintang, Papua pada kedalaman 27 km. peristiwa ini terjadi pada Kamis, (3/9/2020), pukul 08:25 WIT. Demikian disampaikan Kepala Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG. Rahmat Triyono, ST.,Dipl. Seis., M.Sc, dalam berita rilisnya.

Dari hasil analisa yang dilakukan, imbuh Rahmat, gempa bumi tergolong dalam jenis yang dangkal. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan Oblique (Oblique Fault),” tambahnya. 

Menurut Rahmat, pada wilayah Oksibil, getaran gempa dirasakan oleh banyak orang. Sedangkan di sekirat Wamena dan Jayapura, getaran dirasakan hanya beberapa orang saja. Sementara ini belum ada laporan jumlah kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. 

“Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Oksibil, IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Boven Digoel, III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Wamena, Jayapura, II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan pasca gempa, belum ada gempa bumi susulan yang terjadi. “Hingga Kamis, (3/9/2020), 08:50 WIT, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” tambahnya. 

Sementara itu, Staf Data dan Informasi, Stasiun Geofisika Jayapura, Jambari mengatakan bahwa gempa tidak berpotensi terjadinya tsunami. Ia berharap masyarkat di Wilayah Kabupaten Boven Digoel agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bisa dipertangungjawabkan. “Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami jadi kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Belum ada gempa susulan hingga saat ini, kepada masyarakat agar tetap beraktifitas seperti biasa,” ujarnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *