Program BSU, BP Jamsostek Sudah Verifikasi 17.000 Nama Masuk di Pusat
Alamsyah Ali,ST
Merauke, PSP – Ditahap pertama, untuk penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah Pusat, BPJS Ketengakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Merauke telah memverifikasi sebanyak 17.000 pesertanya dan masuk di data base BPJS Ketenagakerjaan di pusat.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Merauke Alamsyah Ali,ST kepada Papua Selatan Pos dari balik ponselnya kemarin.
” Yang sudah valid melalui verifikasi kami di Merauke ada sekitar 17.000 peserta. Data itu sudah berada di pusat beserta nomor rekeningnya,” sebut Alamsyah.
Namun, lanjut Alamsyah, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah peserta yang dibawah upah Rp. 5 juta mendapatkan subsidi gaji dari pemerintah tersebut.
“Sampai sekarang kami belum dapat informasi, dari data yang kami serahkan ditahap pertama berapa yang sudah menerima, persentasinya kami belum ketahui. Karena memang di pusat juga data itu diverifikasi ulang,” kata Alamsyah.
Lanjut Alamsyah, ada kurang lebih 19.000 peserta terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Merauke.
“Sementara ini kami menunggu data – data peserta yang belum disampaikan ke kami, dan memverifikasinya, karena masih ada beberapa perusahaan belum menyerahkan data maupun nomor rekening karyawan mereka yang dibawah gaji Rp. 5 Juta. Kami terus berupaya agar semua data bisa terkumpulkan begitupun nomor rekening mereka,” tutur Alamsyah.
Alamsyah berpesan, agar karyawan yang sedianya berhak menerima BSU, untuk bisa bersabar.
“Kami harap untuk bisa bersabar, karena nanti masih ada data yang diserahkan BPJS TK ke pemerintah pusat. Agar nantinya pekerja yang sudah memenuhi syarat bisa memperolehnya,” pesan dia.
Ia juga mengajak, perusahaan maupun pelaku usaha yang memperkerjakan karyawan dibawah upah yang ditentukan, dan tentunya terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan bisa melaporkan karyawannya bersamaan nomor rekening.
“Kami mengajak pihak perusahaan agar melaporkan karyawannya dan memasukkan rekening, karena kami masih diberi waktu untuk mengumpulkan dara, agar bisa segera mengumpulkan rekeningnya,” ajak Alamsyah. Untuk diketahui, secara nasional BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan data ke pemerintah sebanyak 2,5 juta rekening. [ERS-NAL]
