Herman Anitu: Kader Golkar Legowo Apapun Keputusan DPP
Herman Anitu Basik - Basik bersama Wakil Ketua Pemenangan Pemilu wilayah 7 DPD Partai Golkar Provinsi Papua di Musda ke-11 Partai Golkar Merauke. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Sampai saat ini, belum ada kepastian rekomendasi Partai Golkar untuk mengusung kandidat di Pilkada Merauke 2020. Hal itu menjadi tanda tanya bagi semua orang, karena hanya tinggal Partai Golkar dan Gerindra yang belum menunjukkan arah dukungannya di Pilkada Merauke 2020.
Kondisi ini pun semakin membuat banyak tanya dan spekulasi yang bermunculan. Apalagi, Golkar punya 4 kursi di DPRD Merauke. Spekulasi yang berkembang menyebutkan rekomendasi Golkar sudah ada ditangan kader, dan bukan kader. Bahkan belum lama ini, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Merauke Dominikus Ulukyanan menyebutkan, kalau SK Golkar sudah ada ditangan Ketua DPD Partai Golkar Merauke Herman Anitu Basik-Basik.
Terkait itu, Herman Anitu saat dikonfirmasi awak media di Aula DPD Partai Golkar usai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 DPD Golkar Merauke menyebutkan tidak memberikan jawaban benar atau tidak spekulasi yang berkembang. Namun dia hanya menyebutkan dengan isyarat bahwa SK DPP sama sekali belum ada diserahkan kepada siapapun. Meski nanti SK tersebut, jatuh ke tangan bukan kader Golkar, HABB bilang, prinsipnya dirinya akan legowo.
“Sebagai kader pada prinsipnya kami siap apapun keputusan, kalau misalnya nanti rekomendasi jatuh ke kandidat lain, kami akan siap. Memang dalam proses ini, Partai Golkar menjadi bisa disebut wanita seksi dan menjadi penentu karena 4 kursi. Tapi kami akan ikut, sampai hari ini belum ada rekomendasi kepada siapa. Keputusan di DPP, kami tidak tau proses seperti apa di DPP,” jelas HABB, Selasa (25/8).
Namun, HABB mengaku berharap SK akan diterima dan mengistilahkan Partai Golkar Merauke sebagai sebuah kebun yang saat ini sudah tampak indah, apalagi ditambah dengan kembalinya didorong sebagai Ketua DPD Partai Golkar Merauke untuk periode selanjutnya.
“Sesuai harapan saya dengan kader sudah pasti kami berharap. Isitilah nya kami sudah bikin kebun, dan kebun ini sudah jadi dan kami sudah menanam dengan tumbuhan yang subur, tinggal panen, dan yang panen kan harus saya. Kalaupun yang panen orang lain, saya harus legowo menerima itu,” lugas HABB. Sebagai kader Golkar, tambah dia, semua kader sudah di didik untuk menerima keputusan partai yang tertinggi. “Karena struktur partai tegak lurus, kami sebagai umat yang percaya sama Tuhan, apapun keputusan kita harus terima. Saya sebagai ketua partai akan ambil positifnya, supaya jangan terbebani dan harus happy,” pungkas HABB. [ERS-NAL]
