Karantina Pertanian Melibatkan Diri Menanam Sagu di Senegi

0
Karantina Pertanian terlibat menanam sagu di Senegi. (2)

Karantina Pertanian terlibat menanam sagu di Senegi. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Stasiusn Karantina Pertanian Kelas I Merauke melibatkan diri dalam penanaman 1.500 bibit sagu pada lahan gambut seluas 15 hektar, di Kampung Senegi Distrik Animha, Kamis pekan lalu.

Pelibatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan karantina terhadap program restorasi gambut yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Restorasi Gambut yang bertujuan untuk mengelola lahan gambut Indonesia yang belum dimanfaatkan, salah satunya Kabupaten Merauke yang memiliki lahan gambut sekitar 11.576 Ha.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Merauke Sudirman,SP, sejak tahun 2018 hingga 2019, ada seluas 70 hektar lahan gambut yang sudah diolah menjadi lahan persawahan. “Tahun ini, Merauke kembali mendapatkan program penanaman bibit sagu pada lahan gambut,” kata Sudirman dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakan dia, sagu sudah melekat di masyakarat Papua, yang barang tentu bisa menjadi pangan alternatif. Sehingga, produkai sagu dari Merauke diharapkan untuk mencapau ekspor.

“Kita berharap produksinya besar agar mencapai pasar ekspor. Karantina akan membantu dengan program Gratieks-nya,” ujar Sudirman. Ditambahkan Sudirman, sagu bisa dijadikan pangan lokal alternatif pengganti beras. Kandungan karbohidrat sagu lebih tinggi dari jagung dan kentang. “Mari kita dukung program diversifikasi pangan dengan cara konsumsi pangan lokal,” ajak dia. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *