SMPN 9 akan Berlakukan KMB di Rumah
Markus Lengkong
Merauke, PSP – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Merauke sejak pembukaan Tahun ajaran baru tanggal 13 Juli sudah melakukan KMB (Kegiatan Belajar Mengajar) tatap muka bergilir terbatas.
Wakasek Kurikulum SMPN 9, Markus Lengkong mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih tetap melakukan proses KMB tatap muka bergilir terbatas dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam pemebelajarannya.
“ Sementara ini masih KMB tatap muka, dengan pembagian shiftnya, murid hanya 2 hari melakukan pembelajaran di sekolah,” kata Markus saat ditemui disela kegiatannya, Rabu, (12/8).
Namun melihat kondisi saat ini, dimana kasus Covid-19 di Merauke semakin banyak, mulai minggu depan, SMPN 9 tidak lagi melakukan KMB tatap muka bergilir terbatas.
Markus mengatakan, untuk sistem pembelajaran yang akan dilakukan nantinya, murid akan datang ke sekolah sekedar mengambil tugas kepada guru mata pelajaran masing-masing.
“ Kita nanti mulai minggu depan, kita akan hentikan pembelajaran tatap muka, kita nanti lakukan pembelajaran dari rumah, dengan pemberian tugas dari guru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terkait pembelajaran online, pihaknya belum bisa melakukannya, karena keterbatasan murid dalam menyediakan sarana pembelajaran online.
“ Kita tidak online, karena disini dengan keterbatasan anak-anak kita disini yang sebagian besar putera daerah, kita sudah coba sebelumnya menseleksi murid yang punya Hp tapi ternyata minim sekali, maka akhirnya kita ambil langkah untuk tetap melakukan pemebelajaran dirumah,” jelasnya.
Markus juga menuturkan, pembelajaran di rumah dengan guru memberikan tugas, bisa dikatakan tidak efektif. Karena murid tidak dapat dipantau secara langsung oleh guru, sehingga tugas yang telah diberikan oleh guru, tidak seluruhnya dipelajarai oleh murid.
“ Kalau bilang efektif atau tidak itu relatif, tapi secara umum kurang efektif, karena pengawasan guru untuk anak dirumah ini kan sangat sulit. Tapi mau dibilang apa lagi, untuk menghindari anak terkena Covid-19, maka kami mengikuti,” pungkasnya.[CR22-NAL]
