21 Mei 2024

Polisi Tetapkan Tersangka, Kasus Pengobatan Illegal di Ulilin

0

AKP Ariffin,S.Sos

AKP Ariffin : Pengobatan itu bermula saat teman pelaku masuk angin

Merauke, PSP – Pemuda berinisial B (25), jadi tersangka dalam kasus pengobatan tanpa ijin (illegal) yang dilakukannya di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, selama beberapa bulan terakhir. Dimana, sudah 70 orang yang sudah sempat berobat kepadanya. Pasien yang sudah disuntik 26 orang. Pelaku tidak mengganti jarum suntik, ia hanya melakukan sterilisasi dengan merendam jarum suntik  ke air panas.

“Penetapan tersangka ini, setelah dilakukan gelar perkara. Pelaku dijerat dua pasal yakni tentang tenaga kesehatan dan KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” terang Kapolres Merauke melalui Kasubag Humas, AKP Ariffin,S.Sos, Sabtu (25/7).

Kini kasusnya sudah ditangani Satuan Reskrim Polres Merauke. Polsek Muting sudah melimpahkan laporan polisi, tersangka dan barang buktinya ke untuk ditindaknajuti Polres Merauke. Barang bukti berupa alat tensi, tsetoskop, buku berisi catatan, tissue basah, dau botol cairan kispray, jamu langsingset. Ada pula, jarum suntik, plaster merk handsaplas, obat promaag, obat paramex,jamu beras kencur, satu papan bungkus obat amoxilin, madu dan satu plastic obat sisa.

“Pelaku sudah di BAP, dia mengakui telah melakukan pengobatan tanpa ijin,” ujar AKP Ariffin.

Pengobatan tanpa ijin itu sendiri, sudah berlangsung  sejak Desember 2019 lalu. Dimana, ketika itu  ada rekan pelaku yang mengalami masuk angin dan akhirnya berlanjut hingga bulan Juni 2020. Setelah mendapat informasi, salah satu perusahaan melaporkan kejadian itu ke Polsek Muting.

Dalam penanganan kasus ini, Polres juga joint dengan Polsek Muting, hal ini mengigat jarak yang lumayan jauh. Dimana,  untuk pemeriksaan saksi-saksi akan dilakukan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Muting. Untuk tersangka sendiri sudah ditahan di Mapolres Merauke.“ Jadi Polsek Muting juga terlibat,” pungkasnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *