14 Juni 2024

Hari Raya Pentakosta, Umat Kristiani Diajak Bangun Persaudaraan

0

Merauke, PSP – Minggu, 31 Mei 2020, umat Kristiani secara khusus Gereja Katolik merayakan Hari Raya Pentakosta. Pentakosta yang merupakan Hari Raya Peristiwa Turunnya Roh Kudus atas Para Rasul di Yerusalem ini, dirayakan 50 hari setelah Perayaan Paskah sekaligus sebagai hari lahirnya Gereja Kristus atau jemaat perdana.

Di Hari Raya Pentakosta ini, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Merauke (KAMe), Pastor Hendrikus Kariwop, MSC mengajak umat Kristiani yang beriman kepada Yesus Kristus untuk membangun dan memperdalam persaudaraan sebagai arti persahabatan sejati, mesipipun berbeda satu sama lain. Hal itu disampaikan dalam kotbahnya pada Misa Hari Raya Pentakosta yang disiarkan online di Gereja Katederal Santo Fransiskus Merauke, Minggu (31/5),

Menurutnya, yang perlu dihayati secara mendalam adalah kesamaan di diantara sesama, sehingga perbedaan justru akan memperteguh dan memperkuat persaudaraan dan persahabatan.“Kita sama-sama manusia ciptaan Allah, sama-sama beriman, sama-sama mendambakan hidup damai dan sejahtera, selamat dan bahagia lahir maupun batin, jasmani maupun rohani,” pesan Pastor Hendrikus.

Dia menekankan bahwa hidup dalam persaudaraan dan persahabatan sejati pada masa kini perlu dihayati dan disebarluaskan mengingat adanya ancaman perpecahan dan permusuhan.  Perpecahan dan permusuhan tentu kan menghancurkan rasa persaudaraan dan persatuan. Untuk itu, sebagai umat Kristiani telah mendapat tugas perutusan dari Yesus untuk mewartakan persaudaraan dalam ikatan damai satu sama lain.

“Dengan anugerah Roh Kudus yang kita terima, kita diutus untuk mewartakan damai sejahtera melalui cara hidup dan cara bertindak kita dimana pun kita berada. Untuk itu, dari dalam diri kita sendiri hendaknya senantiasa ada dalam damai sejahtera dan dalam situasi itu, kita senantiasa mewartakan damai sejahtera kepada orang lain. Karena Roh Kudus hidup dan berkarya dalam diri kita yang lemah dan rapuh,” kata Pastor Hendrikus.

Sebagaimana disampaikan oleh Paus Santo Yohanes Paulus II bahwa tidak ada perdamaian tanpa keadilan dan tiada keadilan tanpa kasih dan pengampunan. Oleh sebab itu, kasih dan pengampunan merupakan modal dan kekuatan untuk berbuat adil yang akhirnya membuatkan perdamaian.

Pentakosta merupakan hari penganuregahan Roh Kudus kepada semua orang yang beriman kepada Kristus. Kehadiran Roh Kudus menciptakan Persatuan, Persaudaraan dan Damai Sejahtera. Masing-masing orang yang percaya telah menerima kasih pengampunan dari Allah secara berlimpah, maka hal ini perlu hayati dan sebarluaskan agar terjadilah perdamaian sejati dalam hidup sehari-hati.

“”Roh Kudus yang dianugerahkan kepada kita, memberi kuasa untuk mengampuni dosa orang dan menyatakan dosa orang tetap ada  Dan kiranya yang kita hayati adalah mengampuni dosa orang. Sebagaimana yang kita sering dengarkan dalam Doa Bapa Kami, yaitu Ampunilah kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Saat kita mengampuni, daya Roh memberi pengampunan. Roh Kudus adalah api cinta kasih yang sedang menyala di dalam Gereja dan di dalam hati kita masing-masing, tetapi kita sering menutupinya dengan abu dosa-dosa kita. Maka kita diajak untuk mengampuni satu sama lain,” kata Pastor Hendrikus. [JAK-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *