20 Juni 2024

Pos Muting Keras, Banyak Masyarakat Disuruh Putar Balik

0

Petugas sedang memeriksa surat-surat kelengkapan supir di pos muting. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP –Masyarakat baik dari Kabupaten Boven Digoel menuju Merauke ataupun sebaliknya dilarang melintas  pos penjagaan Muting 2 dan 4 di Distrik Ulilin. Masyarakat yang sudah kadung tiba di pos Muting, harus putar balik dan kembali ke tempat asalnya.

Masyarakat yang hendak melintas didominasi oleh para calon mahasisiwa. Kepada para penjaga di pos Muting mereka beralasan hendak mendaftar ke Perguruan Tinggi di Merauke. Mendengar alasan tersebut, tetap saja petugas tidak mengijinkan mereka melintas. 

John Kayame

Kepala Distrik Ulilin John Kayame kepada Papua Selatan Pos melalui sambungan telefon, Senin (18/5) mengatakan sebaiknya ada surat edaran terbaru yang dapat dikeluarkan pemerintah Kabupaten Merauke, karena banyak masyarakat yang melalui pos di Ulilin harus disuruh kembali. Apalagi sekarang merupakan bulan pendaftaran kuliah.

“Kami dilapangan berharap, kalau bisa surat edaran yang dikeluarkan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, dan Dinas Perhubungan Boven Digoel supaya sinkron tidak terjadi miss. Karena ada beberapa mahasiswa yang alasan berkuliah di Merauke, coba pemda Merauke ada komunikasi dengan kampus yang ada,” kata John.

Lanjut John, banyak anak dari Merauke yang libur pergi ke Boven Digoel dan dari Boven Digoel ke Merauke untuk berkuliah apalagi sekarang bulan pendaftaran Juni dan Juli. “Agar dibuat edaran baru yang jelas, supaya kami di pos bisa melaksanakan sesuai edaran. Karena di pos banyak kami suruh kembali, baik yang dari Merauke menuju Boven Digoel maupun sebaliknya,” tutur John.

Sebab, kata John, dalam edaran baru tertanggal 9 Mei 2020 itu diintruksikan untuk lockdown full terkecuali, truk pembawa logistik, BBM dan pembawa alat kesehatan dan harus membawa surat tugas, dan surat kesehatan untuk bisa melaluinya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *