12 Tower Telkomsel Down, Jaringan Internet di beberapa Titik di Merauke Mengalami Gangguan
Merauke, PSP – Jaringan Internet di beberapa distrik di Kabupaten Merauke mengalami gangguan sejak Minggu (10/5/2020) pagi. Gangguan ini disebabkan oleh adanya masalah pada kabel bawah tanah milik Telkomsel di Kampung Kuprik.
Manager Network Service Branch Timika, Petrus G.N Febrianto, mengatakan bahwa persoalan itu ditengarai oleh adanya problem viber optic cat. Ia menerangkan bahwa masalah ini sedang dalam proses perbaikan oleh timeya. Menurutnya, perbaikan ini akan selesai dalam beberapa jam saja.
“Saat ini kami sedang ada problem di set simpul Telkomsel paada transmisi atau viber optik cat di wilayah Kampung Kuprik, Distrik Semangga dan saat ini sedang perbaikan. Mudah-mudahan tidak lama, biasanya 2-3 jam untuk penyambungan viber optik,” kata Petrus, melalui sambungan telefon, Minggu (10/5/2020).
Petrus menerangkan ada sekitar 12 tower yang mati yang tersebar di wilayah kabupaten Merauke. Namun karena yang mati hanya beberapa tower saja dari total tower yang ada sehingga jaringan sinyal masih tetap tetap ada, hanya kualitasnya saja yang menurun.
“ Problem transmisi ini menyebabkan 12 tower telkomsel down dari 150 tower yang ada di merauke. 12 tower itu menyebar di beberapa distrik, tidak di dalam satu wilayah saja. Kemudian, karena yang mati hanya 12 tower maka masih bisa aktif, hanya saja kualitasnya menurun. Tapi secara coorporate tidak ada masalah karena masih ada sekitar 140 tower yang masih aktif, jadi masih bisa telepon biasa,” ucapnya.
Menurut Petrus, persoalan semacam ini tidak bisa diprediksi. Namun secara umum terjadi akibat adanya pengerjaan gorong-gorong, atau masyarakat yang sedang mengarjakan sesuatu namun tidak mengetahui adanya kabel dibawah tanah.
“Kita tidak bisa predikisi, biasanya misalnya ada warga yang bakar sampah yang ternyata dibawahnya ada viber optik kita atau terkadang ada pekerjaan gorong-gorong dari pemda terus karena tidak tau ada jaringan dan tiba-tiba kepotong. Selain itu, memang karena kan rata-rata viber optik rata-rata ditanam di bawah,” terangnya.
Petrus mengupayakan problem ini bisa segara dituntaskan, dan secepatnya akan aktif kembali “Jadi Kita coba secepatnya, mudah-mudahan bisa hidup lagi,” ujarnya. [WEND-NAL]
