20 Juni 2024

Jenazah Mendiang Briptu Marcelino Dikebumikan

0

Pemakaman almarhum Briptu Marselino di Kurik, kemarin.Foto:PSP/FHS

Kapolres Buka Ruang Koordinasi bagi Keluarga Mengupdate Penanganan Permasalahan Ini

Merauke, PSP-Kepala Kepolisian Resor Merauke, AKBP A. Ary Purwanto, S.IK didampingi Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si memimpin upacara kedinasan pemakaman Mendiang Briptu Marcelino Rumaikewi di Kurik, Selasa (14/4), pukul 12.25 Wit.

Dalam kesempatan itu, Kapolres mengatakan, kepergian mendiang menjadikan beban yang sangat berat bagi keluarga, saudara, hingga para kerabatnya. Untuk itu, seluruh kerabat diajak memanjatkan doa, agar arwahnya bisa diterima Tuhan Yang Maha Kuasa dan diampuni dosa-dosanya. Keluarga besar Polri berduka dan merasa kehilangan.

Baca Juga : Bupati Minta Laporan Penyusunan APBD Semester Terakhir Disetarakan

Kepergian mendiang diketahui usai terjadi bentrok dengan anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/Yalet/20/3 Kostrad Minggu (12/4) di Membramo Raya. Untuk itu, anggota Polri dan masyarakat diminta  untuk dapat menerima dengan lapang dada.

“Meski ini adalah hal yang berat, namun kita tidak boleh melakukan tindakan kontra produktif,  yang bisa memicu permasalahan baru,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan bahwa, saat ini Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih, sudah berangkat ke Mamberamo Raya melaksanakan penyelidikan terhadap peristiwa yang terjadi.  Untuk itu, semua pihak diminta untuk mempercayakan penanganannya kepada pimpinan TNI dan Polri, supaya permasalahan yang terjadi dapat jelas dan terang, begitu juga dengan konsekuensi bagi pelaku.

Baca Juga : Bulog Tak Lagi Beli Beras Petani, Tapi Gabah Kering

“Pihak keluarga dapat  berkoordinasi dengan Polres Merauke untuk mengupdate apa yang menjadi hasil penyelidikan yang saat ini masih berlangsung,” ucapnya.

Mendiang Polisi Marcelino M.Rumaikewi berpangkat Briptu NRP.94030885 dengan jabatan Bintara Satuan Reskrim Polres Mamberamo Raya. Bintara Gasum tahun 2014 itu, lahir di Kurik, 7 Maret 1994 oleh pasangan mendiang Rudolf Rumaikewy dan Rosalina Ndiken. Ia merupakan anak ke-9 dari 11 bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga. Prosesi pemakaman diwarnai isak tangis keluarga dan para kerabat.[FHS-RH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *