Jubir Covid-19 dan RSUD Merauke Bantah Tuduhan Rekayasa Hasil Tes Covid-19

1
dr. Yenny M. Mahuze

dr. Yenny M. Mahuze

Merauke, PSP – Saat ini santer Isu atau rumor di medsos bahwa RSUD Merauke meng-covid 19-kan semua pasien yang meninggal untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu sebagian masyarakat Merauke Menuding pihak RSUD telah merekayasa pasien yang datang ke Rumah Sakit dalam keadaan kritis dan meninggal didefinisikan meninggal dunia  karena Covid-19.

Rasa ketidak percayaan masyarakat semakin bertambah dengan adanya hasil pemeriksaan Covid-19 setiap jenazah oleh RSUD  yang dinilai sangat ganjil , karena hasil pemeriksaan cepat diketahui hasilnya. Sementara menurut mereka, melihat dari  pemberitaan di beberapa media untuk pemeriksaan Covid-19 butuh berjam-jam bahkan sampai satu hari untuk mengetahui hasilnya.  

Isu tersebut dibantah Juru Bicara Covid-19 dr. Nevile R Muskita. Dr.Nevile menjelaskan semua data yang dikeluarkan merupakan berdasarkan pemeriksaan menggunakan alat TCM.

“Orang udah Covid mau gimana lagi, itu semua atas dasar pemeriksaan, apa guna nya kita berbohong dan merekayasa,” ungkap Nevile dari selulernya, Senin, 11/1/2021.

Memang, aku Nevile, bahwa beberapa pihak mempertanyakan hasil swab yang dilakukan oleh tim medis.

“Kalau masyarakat tidak percaya, bisa periksa sendiri. Buktinya ada, sepantasnya rumah sakit saya suruh serahkan aja hasil pemeriksaannya itu ke keluarga. Nanti kita kasi, yang Covid di Akad juga tanya mana hasilnya, nanti kita berikan,” kata Nevile.

Bagi Nevile, tidak ada keuntungan memberikan hasil rekayasa kepada publik.

“Untuk apa rekayasa, apa untungnya kita, kita aja semua susah dibuat sama Covid,” tegasnya.

Mengenai hasil TCM yang dapat keluar secara cepat, Nevile mengatakan, kerja alat TCM sedianya dibuat untuk mengetahui hasil sampel pemeriksaan dengan cepat.

“Hasil swab itu pun keluarnya hanya 45 Menit sudah keluar menggunakan TCM.

Sekali running 45 menit, 4 sampel bisa keluar hasilnya,”  terang Nevile.

Nevile menambahkan, tentang hasil swab pasien meninggal akibat Covid-19, sedianya adalah hak keluarga untuk mengetahui.

“Hasil swab yang udah meninggal, saya belum tahu apakah sudah diberikan atau belum, itu kan hanya tinggal diminta aja ke RSUD karena itu kan hak keluarga pasien,” tambahnya.

Sementara itu, menanggapi isu tersebut,  Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Yenny Mahuze meminta agar masyarakat yang tidak percaya mengantikan tim covid di Rumah Sakit. “Iya kerumah sakit saja, gantikan kami, biar kami istirahat to,” ucapnya dengan nada bercanda, melalui sambugan telepon, Senin (11/1/2021).

Yenny menjelaskan bahwa dengan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) hasil tes swab bisa langsung diketahui hasilnya dalam hitungan jam, tanpa perlu lagi menunggu dalam waktu berhari-hari.

“Kalau swab kan dibilang paling cepat periksa kalau sudah diekstraksi kan cuma satu jam. Jadi kayak darah mesti diputar dulu, disentrisius, setelah satu jam sudah dapat hasil. Dan akurasinya 97-98 persen. Kita kan dari awal pake alat itu, TCM,” tambahnya.

Namun demikian, pihaknya mengaku tak mau merespon berlebihan apapun opini masyarakat. 

“Kita kalau tanggapi nanti imun turun. Tapi buktinya kan kalau misalnya mereka meninggal positif, nah keluarganya yang merasa to. Adakan keluarga yang ikutan positif (covid-19),” pungkasnya. [WEND/ERS-NAL]

1 thought on “Jubir Covid-19 dan RSUD Merauke Bantah Tuduhan Rekayasa Hasil Tes Covid-19

  1. Saya sangat mengapresiasi dinkes Merauke dengan kinerja yg sangat bagus kepada masyarakat. Saran dari saya, lain kali kalau menulis opini di media sosial, argumen dari masyarakat juga harus diposting dari si penuduh tersebt. Saya juga heran dengan C19, soalnya Negara wuhan yg pertama kali terdampak sudah aktif sekolah, kuliah, berdagang, party, dan sebagainya sudah seperti biasa. Ini seperti kita hoax, tapi nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *