KKP : Pelabuhan Perikanan Bukan Hanya Untuk Tempat Berlabuh Kapal
Prof. Dr. Ir. Rukhman Dahuri,M,.S
Merauke, PSP – Pelabuhan perikanan nusantara Merauke bukan hanya untuk tempat kapal – kapal berlabuh. Lebih dari itu, Pelabuhan Perikanan yang sudah dilengkapi fasilitas dari Kementerian Kelautan Perikanan untuk menyerap dan mengelola hasil laut Merauke.
Hal itu sebagaimana ditegaskan Koordinator Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Rukhman Dahuri,MS menanggapi ada dibeberapa wilayah di Merauke terpaksa membuang – buang hasil tangkap mereka dikarenakan tidak laku.
Hal itu diketahui melalui cuitan Wakil Ketua II DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan melalui akun facebooknya beberapa waktu lalu.
Dalam postingannya, Dominikus memposting video yang memperlihatkan nelayan memuat ikan – ikan hasil tangkap mereka. Dalam video yang berdurasi 5 menit itu, ai pengambil video menyebutkan akan membuang ikan – ikan tersebut karena tidak laku.
“Siapa berani jawab ini bagian dari Tanggung jawab saya juga untuk mensejahterakan Mereka? Tikus mati di lumbung Padi, Itik mati di air, kehidupan masyarakat nelayan pulau Kimaam, tidak terurus karna tiap hari kita hitung berapa ton ikan yang kita kirim keluar, tapi tidak ada yang berani bilang nelayan berhak hidup layak, sesuai karunia Tuhan, dan sesuai kewenangan yang saya terima dari Negara, sudah saya jalankan,” tulis Dominikus.
Menanggapi hal itu, Rukhman mengatakan bahwa KKP sudah sangat serius menangani hasil laut di Indonesia khusu di Kabupaten Merauke.
“Kementrian Kelautan dan Perikanan sudah sangat serius. Kami juga sudah membangun Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT). Dengan terbangunnya pelabuhan perikanan nusantara Merauke, pelabuhan itu bukan hanya untuk melabuhkan kapal tetapi kami juga membangun industri hulu dan hilirnya,” kata Rukhman.
Rukhman melanjutkan, KKP sudah menyediakan segala bentuk fasilitas serta programnya.
“Ada doping untuk kapal, kemudian sarana produksi melaut disediakan seperti jaring, suku cadang mesin kapal. Dan sisi hilirnya kami juga sudah buat mesin pendingin. Dan rencana kami saat pemerintah dan masyarakat terus bahu membahu akan menginvite industriawan untuk hadir di SPKT Merauke,” pungkasnya. [ERS-NAL]
