Tarsis Rahiliyaan : Jangan kriminalisasi calon yang sudah ditetapkan KPU
Tarsis Rahilayaan didampingi dua pemuda saat menyampaikan himbauan tentang jangan adanya kriminalisasi terhadap calon bupati yang sudah ditetapkan KPU.Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Tokoh Masyarakat Marind Tarsis Rahiliyaan, berharap tidak ada pihak – pihak yang melakukan kriminalisasi terhadap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada Merauke yang sedianya sudah ditetapkan KPU.
Sebab, menurut Tarsis, ada pihak yang sedang mengkriminalisasi ketiga pasangan calon dengan mencari – cari kesalahan calon.
“Saya mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga kondusifitas Merauke. Saya melihat ada kriminalisasi dari pihak – pihak lain yang tidak terima dengan kekalahan terhadap ketiga calon,” ujar Tarsis kepada wartawan di Merauke, Jumat pekan lalu.
Dikatakan Tarsis, ketiga calon yang sudah ditetapkan KPU bersamaan dengan wakilnya itu, adalah orang terbaik yang sudah lulus verifikasi berkas.
“Semua tahapan persyaratan sudah dijalani. Ketiga calon merupakan orang terbaik yang sudah lulus verifikasi untuk menjadi calon. Biarkan masyarakat yang jadi penentu siapa yang layak nanti. Jangan merebut kekuasaan demi kepentingan pribadi maupun kelompok. Jabatan bupati adalah jabatan mulia yang harus memperhatikan semua aspek apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,” tegas Tarsis.
Ia menilai, upaya mengkriminalisasi antar pasangan calon itu, merupakan persaingan yang tidak sehat.
“Itu persaingan yang tidak sehat. Aktor itu ada,” katanya.
Ia juga mengatakan, tim sukses tiap pasangan calon memiliki peran penting menentukan elektabilitas. Maka harus memiliki tim sukses yang solid.
“Kandidat bertanggung jawab atas tim sukses mereka. Sebab mereka yang akan memperkenalkan program kandidat, jadi elektabilitas mereka sangat ditentukan oleh tim sukses,” kata Tarsis didampingi rekannya Amandus F. Keet dan Melianus Gebze.
Tarsis juga berharap masyarakat harus tetap menghormati bupati petahana, yang mana masih memiliki tanggung jawab sebagai pemempin di Kabupaten Merauke. “Masyarakat harus tetap menghormati beliau. Beliau adalah bupati kita. Jadi kita semua memiliki tanggung jawab menjaga kedamaian di tanah ini,” tandasnya. [ERS-NAL]
