Warga Keluhkan Pembatasan Pembelian Minyak Tanah
Ilustrasi
Merauke, PSP – Sudah hampir dua bulan masyarakat Merauke kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak Tanah. Walaupun ada, masyarakat harus rela mendapatkan minyak tanah dengan mengantri cukup lama, dan juga pembelian minyak tanah harus dijatah oleh agen.
Kondisi ini dibenarkan oleh salah satu warga di jalan pendidikan, Mama Alvin. Mama Alvin yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia merasa kewalahan dengan kelangkaan minyak tanah yang terjadi saat ini. Ia mengungkapkan untuk satu minggu, ia bisa menggunakan Minyak Tanah sampai 15 liter untuk keperluan rumah tangganya. Tetapi pada saat ini, setiap membeli minyak tanah di agen ia hanya mendapatkan 10 liter.
“ Hampir semua warga dijatah 10 liter. 10 liter itu untuk dua minggu. Agen juga menolak jika membeli lebih dari 10 liter. Katanya minyak tanah lagi susah. Masih baik kalau dua minggu kemudian minyak tanah ada, tapi ini sampai satu bulan lebih minyak tanah tidak ada, ” ujarnya kepada Papua Selatan Pos belum lama ini.
Kondisi langka minyak tanah juga dapat dilihat di media sosial. Beberapa netizen memposting antrian panjang warga yang sedang membeli minyak tanah. Ada juga yang membuat status di medsos sulitnya mendapatkan minyak tanah.
Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon III Papua, Risal Arsyad mengatakan hingga saat ini penyaluran minyak tanah kepada distributor berjalan normal.
“ Untuk penyaluran minyak tanah di Merauke, hingga saat ini masih lancar,” kata Risal saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa, (8/9).
Risal mengatakan, kelangkaan minyak tanah di Merauke di pengaruhi oleh meningkatnya penggunaan minyak tanah.
“ Cuman karena peningkatan penggunaan jadi minyak tanah cepat habis,” lanjut Risal.
Dijelaskan, untuk setiap hari, agen minyak tanah di Merauke selalu ada yang mengambil minyak tanah di Fuel Terminal Merauke, untuk disalurkan ke pangkalan-pangkalan sebagai distributor minyak tanah.
“ Setiap hari pasti ada agen yang ambil Minyak Tanah di terminal. Dari agen langsung salurkan ke pangkalan, penjualannya kan di pangkalan seperti kios-kios,” jelasnya.
Ia juga memastikan, dalam minggu ini ketersediaan minyak tanah di Merauke akan sudah kembali normal.
“Kemungkinan untuk minggu ini sudah mulai normal, karena kan dampaknya kemarin 2 minggu terakhir itu agak susah dan antrian panjang, dan minyak datang lasngsung diserbu. Tapi minggu ini insyaallah sudah terpecahkan sih,” pungkasnya.[CR22/NAL-LRM]
