Mengidap Kanker Darah, Binsar Panjaitan Butuh Uluran Tangan

0
Binsar Panjaitan, Bocah penderita kanker darah

Binsar Panjaitan, Bocah penderita kanker darah. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Binsar Panjaitan, bocah berumur 4 tahun oleh dokter dinyatakan mengidap leukimia atau kanker darah. Binsar Panjaitan ialah putra dari Richardo Panjaitan yang berprofesi supir mobil rental.

Akibat penyakit yang dideritanya, Binsar harus dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke. Berdasarkan penuturan Richardo, pihak rumah sakit sedang mengupayakan untuk dirujuk ke salah satu rumah sakit di Makassar untuk mendapatkan perawatan yang lebih insentif.  

“Segera dikordinasikan dulu ke rumah sakit Wahidin di Makassar, supaya disana kita tidak terbengkalai. Ini saya sedang menunggu RSAL supaya bisa kordinasi secepatnya ke RS Wahidin,” ungkapnya kepada wartawan kepada warawan di PMI, Selasa (25/8).

Ricahro menambahkan, sebelumnya anaknya merupakan anak yang aktif. Tetapi sejak awal Agustus lalu, diketahui bahwa trombositnya rendah dan kemudian oleh dokter divonis leukimia.

“Baru ketahuan kemarin pada 8 Agustus 2020 setelah kita masuk rumah sakit. Sebelumnya anak saya aktif seperti biasa. Cuma kemarin baru kelihatan ketika trombositnya rendah,” tuturnya. 

Ricardho mengungkapkan bahwa ini merupakan kali kedua Binsar dirawat di rumah sakit setelah sebelumnya saat pertama kali rawat selama hampir 2 pekan. Namun, karena kekurangan biayaakhirnya Binsar dipulangkan.

Selanjutnya,untuk perawatan yang kedua ini Ricahdo mandaftar sebagai peserta BPJS, sehingga ia tidak lagi menanggung seluruh biaya perawatan.  “Sudah dua kali masuk, yang pertama masuk 12 hari, karena tidak pake BPJS, jadi saya tidak ada biaya lagi. baru sekarang masuk yang ke-2 sudah hari ke-3 pake BPJS,” ujarnya.

Sementara itu, karena BPJS tidak menangunggung seluruh biaya pengobatan, seperti penebusan darah dan beberap obat, maka ia membutuhkan uluran tangan pihak lain untuk membantunya. “Ini darah saya bayar pribadi, tidak ditanggung BPJS, yang ditanggung BPJS hanya 3 kantong, selebihnya saya sendiri,” sebutnya. Ia mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak yang telah membantu pengobatan anaknya. “Memang ada pihak lain yang membantu, seperti dari media sosial yang berdonasi, para mahasiswa dari Musamus, Basnas dan Keluarga besar IKBM, serta teman-teman yang lain. Bantuan mereka sangat menolong sekali, saya mengucapkan sangat terima kasih,”ujarnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *