Peringati Hari Air Dunia, BWS Tanam 2500 Pohon Mangrove
Dihari air duni, BWS bersama stakeholder lakukan penaman 2500 mangrove dipantai lampu satu. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Dalam rangka memperingati hari air dunia yang ke-28, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke melakukan penanaman Mangrove sebanyak 2500 pohon di pantai Lampu Satu, Selasa (11/8/2020). Kegiatan ini merupakan kemitraan antara BWS bersama pemerintah daerah dan komunitas peduli sungai.
Peringatan Hari Air Dunia ini sedianya dilaksanakan pada Maret lalu. Namun, menginggat adanya pandemic covid-19, sehingga peringatannya baru bisa dilaksanakan pada Agustus ini.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Yulianus M. Mambrasar, S.ST.,M.Si., M.T, mengatakan bahwa dalam hari air dunia dengan tema ketahanan air dan tantangan perubahan iklim menjadi momentum untuk sama berfikir agar bagaimana mengembalikan kondisi alam yang rusak agar menjadi lebih baik.
“Pantai lampu satu ini menjadi perhatian khususnya diwilayah papua selatan. Harapan kami, untuk masyarakat disini, kalau hutan kita digangu pasti sistem hutan kita juga akan tergangu. Apa yang kita kerjakan hari ini, akan menjamin kita kedepan. Karena untuk menumbuhkan mangrove ini tidak gampang, pemerintah melalui aparan TNI kepolisian khususnya pemerintah kebupaten dan seluruh satakeholder kita harus berfikir untuk bagaimana mengembaikan kondisi pantai yang baik,” kata Yulianus dalam sambutannya, kemarin.
Selain itu, Yulianus berpesan, agar semua stakeholder dan masyarakat bisa menjaga lingkungan dan mewariskan kepada generasi selanjutnya dengan kondisi yang baik. “Jangan wariskan air mata pada anak cucu kita, tapi wariskan mata air kepada mereka,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Dua Sekda Merauke, Ir. H.B.L Tobing, M.Eng yang hadir mewakili Bupati Merauke sangat mengapresiasi atas langkah BWS yang senantiasa peduli terhadap kondisi lingkungan, khususnya sungai dan pantai yang semakin rusak.
“Dalam rangka perayaan hari air sedunia, Kami menyapaikan apresiasi dan terimaksih setinggi-tingginya kepada kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke karena terus untuk kita berama-sama mempertahankan lingkungan. Jadi setiap tahun dari BWS Papu Merauke tetap mengajak kita secara bersama-sama untuk kita bisa menjaga kelestarian lingkungan kita,” terangnya.
Tobing menambahkan, bahwa kepedualian kepada lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan semua harus terlibat didalamnya. “Pembangunan pengamanan kelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Harus bersam-sama dengan seluruh stakeholder termasuk juga masyarakt,” pungkasnya. [WEND-NAL]
