Pergantian Struktur DPD Nasdem Merauke Murni Langsung dari DPP
Jeffry Tjahyadi Putra
Jeva : Saya tidak pernah minta jabatan ketua
Merauke, PSP – Pergantian pengurus DPD Partai Nasional demokrat (Nasdem) Merauke beberapa waktu lalu terus menjadi polemik. Bahkan, ada beberapa pihak yang menyatakan di berbagai media bahwa pergantian struktur partai dinilai cacat hukum dan tidak beretika. Hal tersebut membuat Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Merauke, Jeffry Tjahyadi Putra angkat bicara.
Melalui wawancara ekslusif dengan Harian Pagi Papua Selatan Pos di kantornya, Selasa (14/7) lelaki yang akrab disapa Jeva ini, mengaku tidak pernah meminta jabatan tersebut ke pihak DPP. Pergantian struktur itu murni langsung dari pihak DPP, yang melakukan pergantian melalui penunjukan.
“Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) kami tidak sama seperti partai lain, yang harus menggelar muscalum maupun musda, itu tidak ada. Itu langsung dari atas menilai dan menetapkan, sewaktu pergantian Yohan Pakage ke Freddy Gebze itupun tidak ada. Saya tidak pernah minta jabatan ini, untuk menjadi ketua, tapi saya ditunjuk dan saya harus bertanggung jawab dan betul – betul menjalankan kewajiban DPP,” tegas Jeva.
Diungkapkan Jeva, di Provinsi Papua bukan hanya Kabupaten Merauke yang bupatinya tidak mendapatkan rekomendasi Nasdem. Namun, ada 2 kabupaten lainnya yang bupati merupakan kader Nasdem dan kali ini tidak mendapatkannya, yaitu Membramo Raya dan Supiori.
“Jadi sekarang tidak perlu banyak provokasi, rakyat sudah pintar,” tegas Jeva lagi.
Soal tudingan cacat hukum, kata Jeva, jika ada pihak yang merasa pergantian pengurus DPD Nasdem illegal, sebaiknya bisa menempuh jalur hukum pula. “Cacat hukum dari mana, itu menurut mereka. Negara Indonesia ini negara hukum, kalau ada pihak yang menuding cacat hukum silahkan bawa ke jalur hukum. Kenapa harus bicara saja, lakukan,” ujar Jeva. [ERS-NAL]
