KPPS Gelar Seminar Nasional, Generasi Muda Diajak Kawal Pembangunan Papua Selatan yang Berkeadilan

0

Merauke, PSP – Komite Pemuda Papua Selatan (KPPS) menggelar Seminar Nasional bertema “Masa Depan Papua Selatan: Membangun Harmoni antara Hak Ulayat, Ketahanan Pangan Nasional, dan Kesejahteraan Masyarakat Adat” di Hotel Swiss-Belhotel Merauke, Rabu (15/7).

Kegiatan itu menjadi forum dialog yang mempertemukan pemerintah, masyarakat adat, akademisi, hingga generasi muda untuk membahas arah pembangunan Papua Selatan di tengah pelaksanaan program strategis nasional.

Seminar dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, yang menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Menurut Ferdinandus, tema seminar sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Papua Selatan sebagai daerah otonom baru.

“Masa depan Papua Selatan ada di tangan generasi muda. Kami yang saat ini mengemban amanah sebagai penyelenggara pemerintahan pada waktunya akan menyelesaikan tugas. Karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri, memiliki wawasan, serta aktif mengawal pembangunan agar berlangsung secara adil dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap seminar tersebut menjadi ruang dialog yang mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi konstruktif bagi pembangunan Papua Selatan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta tetap menghormati hak-hak masyarakat adat.

Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Y.P. Aituru, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai wadah kebangsaan untuk mempertemukan pemerintah, lembaga legislatif, Majelis Rakyat Papua Selatan, perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dunia usaha, serta masyarakat dalam satu forum dialog.

Menurutnya, seminar bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai hubungan antara hak ulayat, ketahanan pangan nasional, dan kesejahteraan masyarakat adat. Selain itu, forum tersebut diharapkan mampu menghimpun gagasan serta rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan sebagai masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Seminar ini juga bertujuan mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, akademisi, dan dunia usaha untuk mewujudkan pembangunan Papua Selatan yang berkelanjutan,” kata Aituru.

Seminar diikuti peserta dari berbagai unsur, antara lain pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, pemerintah kabupaten, DPR Papua Selatan, Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelaku usaha, serta masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPPS Fransiskus Ciwe, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman, Wakil Ketua III DPR Papua Selatan Josep Albin Gebze, anggota MRPS Frederika Debat dan Ana Mahuze, tokoh masyarakat Frederikkus Gebze, Asisten I Setda Kabupaten Merauke Yanuarius Katmo, serta Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Selatan Frederik Hendrik Endeboy.

Melalui seminar ini, KPPS berharap lahir rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyelaraskan pelaksanaan program strategis nasional dengan perlindungan hak ulayat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat di Papua Selatan. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *