Tak Lagi Khawatir Soal Biaya, JKN Dampingi Maria Ancelina Melawan Gastroenteritis dan Kolitis

0
IMG_9619

Merauke, Jamkesnews – Tidak ada orang tua yang menginginkan buah hatinya jatuh sakit.
Namun, ketika kondisi kesehatan anak menurun secara tiba-tiba, kepanikan dan kekhawatiran sering kali menjadi hal pertama yang dirasakan. Pengalaman itulah yang dialami keluarga Maria Ancelina Yamu, balita berusia 2 tahun, saat harus menjalani perawatan akibat gastroenteritis and colitis of unspecified origin, penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan usus besar sehingga membutuhkan penanganan medis secara intensif.
Di tengah kecemasan melihat kondisi putrinya, keluarga Maria bersyukur telah terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berkat program JKN, Maria dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus dibayangi kekhawatiran mengenai biaya pengobatan.
Keluarga Maria menceritakan bahwa kondisi sang buahhati sempat membuat mereka cemas. Sebagai orang tua, mereka hanya berharap Maria segera mendapatkan penanganan terbaik agar kesehatannya kembali pulih.
“Yang paling kami pikirkan saat itu adalah bagaimana anak kami bisa segera sembuh. Syukurnya kami memilikiJKN, sehingga kami tidak perlu memikirkan biaya pengobatan dan bisa fokus mendampingi proses penyembuhan Maria,” ungkap keluarga Maria.
Selama menjalani perawatan, Maria memperoleh berbagai pelayanan medis sesuai dengan kebutuhan dan indikasi medisnya. Pemeriksaan dokter dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan kesehatannya. Selain itu, tenaga kesehatan juga memberikan pengobatan, observasi, serta perawatan yang dibutuhkan agar kondisinyaterus membaik.
Bagi keluarga Maria, pelayanan yang diterima selama berada di rumah sakit menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Mereka mengaku seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan penuhperhatian tanpa membedakan status kepesertaan pasien.
“Kami benar-benar merasa nyaman selamamendampingi Maria. Dokter dan perawat selalu memberikanpenjelasan mengenai kondisi anak kami. Mereka juga sangat ramah dan sigap ketika kami membutuhkan bantuan. Kami tidak pernah merasa diperlakukan berbeda karena menggunakan JKN. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang sama baiknya,” tuturnya.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan keluarga bahwa Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan kesehatan, tetapi juga memastikan setiap peserta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai kebutuhan medisnya.
Selain pelayanan yang memuaskan, manfaat lain yang paling dirasakan keluarga Maria adalah tidak adanya biayayang harus mereka keluarkan selama menjalani pengobatan sesuai dengan ketentuan Program JKN. Mulai dari pemeriksaan dokter, tindakan medis, hingga obat-obatan yang diperlukan selama masa perawatan ditanggung oleh Program JKN.
“Kalau harus membayar sendiri tentu akan menjadi beban yang cukup berat bagi keluarga kami. Bersyukur sekali karena seluruh pelayanan yang dibutuhkan Maria dapat kami peroleh tanpa mengeluarkan biaya. Dengan begitu kami bisalebih tenang mendampingi proses penyembuhannya,” ujar keluarga Maria.
Program JKN memang dirancang untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui prinsip gotong royong. Dengan menjadi peserta aktif, masyarakat memiliki kepastian akses terhadap pelayanan kesehatan ketika sewaktu-waktu mengalami masalah kesehatan tanpa harus khawatir terhadap besarnya biaya pengobatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Dani Hamdani, mengatakan bahwa setiap peserta JKN memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan indikasi medis yang ditetapkan oleh dokter. Tidak ada perbedaan pelayanan hanya karena pasien menggunakan JKN.
“Program JKN memberikan jaminan agar seluruh peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai kebutuhan medisnya. Kami terus berkomitmen memastikan peserta JKN mendapatkan hakpelayanan tanpa diskriminasi. Seluruh fasilitas kesehatanmitra BPJS Kesehatan memberikan pelayanan berdasarkan kondisi medis pasien, bukan berdasarkan status pembiayaannya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kepesertaan JKN dalam kondisi aktif. Dengan demikian, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, peserta dapat langsung memperoleh manfaat program tanpa mengalami kendala administrasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keaktifan kepesertaan JKN. Risiko sakit tidak dapat diprediksikan kapan datangnya. Dengan kepesertaan yang aktif, masyarakat memiliki perlindungan kesehatan sehingga dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan tanpa harus terbebani biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Kini kondisi Maria Ancelina Yamu berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis yang optimal. Senyum kecilnya mulai kembali menghiasi wajahnya, menghadirkan rasa lega bagi keluarga yang selama ini setia mendampinginya di ruang perawatan.
Kisah Maria menjadi bukti nyata bahwa Program JKN memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan perlindungan dari sisipembiayaan, tetapi juga memberikan rasa aman karenapeserta memperoleh pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, dan tanpa perbedaan perlakuan. Bagi keluarga Maria, kehadiran JKN menjadi penopang di masa sulit, memungkinkan mereka memusatkan perhatian sepenuhnya pada proses pemulihan sang buah hati tanpa dibayangi kekhawatiran akan biaya pengobatan. (TR/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *