Gawat, Kejari Merauke Selidiki Dugaan Korupsi di Universitas Musamus, Sudah 10 Orang Diperiksa

0
Kejaksaan Merauke saat menyampaikan keterangan kepada Pers terkait pemeriksaan di Universitas Musamus Merauke

Kejaksaan Merauke saat menyampaikan keterangan kepada Pers terkait pemeriksaan di Universitas Musamus Merauke

Merauke, PSP – Kejaksaan Negeri Merauke di bawah kepemimpinan Dr. Paris Manalu ternyata tidak main-main dalam pengungkapan kasus korupsi di wilayah Papua Selatan.

Universitas Musamus yang selama ini diketahui tertutup dan tidak pernah muncul ke permukaan, kini diterpa kasus dugaan korupsi.

Dugaan korupsi nya pun tak main-main, begitu kata Kejari Merauke Paris Manalu didampingi Kasintel Pirly Momongan di ruang kerjanya, Senin (13/4).

Paris Manalu, mengatakan penyelidikan tidak hanya difokuskan pada satu sektor, melainkan mencakup sejumlah bidang di lingkungan kampus.

“Objek pemeriksaan berada di bagian pengadaan barang dan jasa, tetapi tidak hanya di situ. Masih banyak bidang lain yang kami dalami,” kata Paris.

Ia menjelaskan, nilai dugaan korupsi dalam kasus tersebut tergolong besar sehingga proses pemeriksaan masih terus berjalan dan dikembangkan.

Selain pengadaan barang dan jasa, penyidik juga menelusuri sejumlah program lain, termasuk bantuan terhadap mahasiswa.

“Kami masih terus melakukan pemeriksaan karena ini deliknya cukup besar,” ujarnya.

Hingga saat ini, sedikitnya 10 orang telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Kejari Merauke memastikan jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring pendalaman penyelidikan.

Paris menegaskan, sebagai institusi pendidikan yang menjadi andalan di Papua Selatan dalam mencetak sumber daya manusia, dugaan penyimpangan di lingkungan kampus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Penyelidikan masih berlangsung dan Kejari Merauke belum merinci pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka. “Universitas ini kan kampus andalan di Papua Selatan ini untuk mencetak SDM dan generasi akan tetapi jika model nya seperti yang kami periksa saat ini, itu kampus bukan lagi untuk meningkatkan SDM,” pungkas Paris. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *