Wakil Bupati Merauke: Laporan dugaan mafia BBM belum masuk semua
Fauzun Nihayah
Merauke, PSP – Permasalahan antrean BBM di Merauke, Papua Selatan seperti tiada solusi.
Setiap hari antrean mobil-mobil pengetap hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah SPBU di Merauke terus menjadi tontonan.
Begitupun kebutuhan BBM Subsidi jenis Pertalite belum beberapa jam setelah mobil tangki melakukan pengisian ke dispenser sudah langsung ludes habis.
Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah yang dikonfirmasi menyatakan persoalan BBM di wilayah nya tak pernah selesai.
“Persoalan BBM ini kan dari waktu ke waktu belum tuntas. Beberapa waktu lalu kami sudah sempat koordinasi dengan provinsi juga. Itu pemerintah kabupaten memang terbentur tidak bisa melakukan (pengawasan),” kata Wabup Fauzun di GOR Hiad Sai Merauke beberapa waktu lalu.
Ia mengaku, sering menerima laporan dari masyarakat berupa foto maupun video.
“sering kali kami mendapat pengaduan ada foto juga video, itu langsung saya kirim ke pihak kepolisian dan pihak kepolisian juga sangat merespons,” katanya.
Disinggung terkait adanya barang bukti berupa berkas-berkas laporan dugaan adanya mafia BBM di Merauke yang sempat diserahkan ke Wakil Bupati Fauzun, dirinya mengaku belum pernah menerima berkas bukti-bukti dimaksud.
“Kalau berkas dugaan mafia itu tidak ada di saya, biasanya saya dapat laporan lewat pesan WhatsApp saja. Kalau dugaan mafia mafia belum masuk semua ya tetapi beberapa bulan yang lalu, sudah ada laporan dari masyarakat misalkan adanya modifikasi tangki,” lanjutnya.
Kembali disinggung, Terkait keterlibatan oknum-oknum aparat , Wabup Fauzun juga belum mengetahui hal tersebut. “Kalau itu kita belum tau ya. Tapi yang jelas (penyimpangan) dilakukan masyarakat sipil,” kata dia.
Wabup Fauzun juga meyakini masih banyak penyimpangan dan penyalahgunaan BBM di wilayahnya. “Saya yakin masih banyak (penyalahgunaan),” kata dia. [ERS-NAL]
