Pemkab Boven Digoel Komitmen Turunkan Stunting, Wabup Marlinus  Ajak Semua Pihak untuk Perkuat Kolaborasi

0
Wakil bupati Boven Digoel Marlinus

Wakil bupati Boven Digoel Marlinus

Tanah Merah, PSP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di daerah. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan tantangan di lapangan, Pemkab tetap optimistis target penurunan stunting dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan Sumber Daya Manusia (SDM) Boven Digoel.

Menurutnya, jika Stunting tidak ditangani secara serius dan terpadu, stunting akan berdampak panjang terhadap kualitas generasi muda, produktivitas masyarakat, hingga pembangunan daerah.

“Penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Ini pekerjaan besar yang membutuhkan keseriusan, konsistensi, dan komitmen semua pihak. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri,” tegas Marlinus.

Menurut Wakil Bupati, selama ini salah satu tantangan utama dalam penanganan stunting adalah masih lemahnya koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak bekerja secara sektoral, melainkan membangun kolaborasi yang nyata dan terukur sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Semua OPD harus ambil bagian. Dinas Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri, begitu juga OPD lainnya. Stunting harus menjadi isu bersama, bukan hanya urusan satu instansi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup menekankan peran strategis pemerintah kampung sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting. Pemerintah kampung dinilai memiliki posisi paling dekat dengan masyarakat, sehingga mampu melakukan pendataan, edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara langsung dan berkelanjutan.

Marlinus juga mengingatkan pentingnya optimalisasi program dan anggaran yang sudah tersedia, termasuk pemanfaatan dana desa dan dukungan lintas program pemerintah, agar benar-benar menyentuh sasaran dan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.

“Yang kita butuhkan bukan hanya program di atas kertas, tetapi kerja nyata di lapangan. Pemerintah kampung harus dilibatkan secara aktif dan didukung penuh agar upaya pencegahan stunting benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari OPD, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, hingga keluarga, untuk membangun komitmen bersama dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai kendala di lapangan.  Karena dengan kerja kolaboratif dan kesadaran bersama,  diyakini penurunan stunting di Boven Digoel dapat diwujudkan. “Kalau kita bergerak bersama, saling menguatkan, dan fokus pada kepentingan anak-anak kita, saya yakin angka stunting di Boven Digoel bisa kita tekan secara bertahap demi masa depan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *