Komarudin Watubun : Jangan bikin proyek aneh-aneh tapi rakyat tergusur
Komarudin Watubun
Merauke, PSP – Anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun, bilang PDI Perjuangan tidak menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Namun ia menyoroti pentingnya memastikan keterlibatan dan perlindungan hak-hak masyarakat lokal sebelum proyek tersebut dijalankan.
“Kami bukan tidak setuju, tapi masyarakat terlibat atau tidak dalam proyek strategis itu? Jangan bikin proyek aneh-aneh tapi rakyat tergusur dari situ,” tegas Komarudin dalam keterangannya.
Ia mengatakan telah berulang kali memerintahkan Ketua DPR Papua Selatan, untuk turun langsung menemui warga terdampak guna memastikan aspirasi mereka didengar.
“Pertanyaannya rakyat terlibat kah tidak? Saya perintahkan Heri (Ketua DPR Papua Selatan) berulangkali kesana untuk ketemu masyarakat,” kata dia.
Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran penting agar tidak terjadi pengulangan kesalahan dalam pengelolaan proyek investasi.
Komarudin menyinggung kasus perkebunan kelapa sawit di wilayah Arso, Keerom, yang menurutnya menjadi contoh nyata kegagalan pengelolaan lahan. “Disana kelapa sawit seluas 300 hektar dibabat habis untuk ditanami jagung, tapi sekarang sudah ilalang semua,” ujarnya.
Ia juga menilai pembukaan lahan baru di sejumlah wilayah, termasuk di Papua Selatan, belum menunjukkan hasil yang signifikan. “Saya kan berapa kali pergi cek, meskipun tidak berjalan juga, begitu-begitu saja,” tambahnya. Komarudin menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan PSN di Merauke tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal, menghormati hak ulayat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. [ERS-NAL]
