DP3AKB Bersama Kemendukbangga Gelar Sosialisasi SSK dan PJK

0
9e72d95d-7af7-4ba8-901b-02d48817ffba

Mappi, PSP – DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana) Kabupaten Mappi gelar sosialisasi Implementasi Pendidikan Kependudukan Jalur, Formal, Nonformal, dan Informal, Pada Jenjang SMP, SMA/SMK melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan Pojok Kependudukan (PJK).

Sosialisasi yang berlangsung di aula Gereja St. Yakobus Rasul Emete pada, Senin (24/11/2025) dihadiri oleh perwakilan para guru SMP, SMA/SMK. Sosialisasi dibuka oleh Kadis DP3AKB, dr. Ester Anselina Rettob, dan isi oleh pemateri dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Papua.

Dalam sambutan, Kadis DP3AKB menjelaskan, SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kurikulum dan kegiatan belajar mengajar. Supaya generasi emas bisa meningkatkan kesadaran dini, menumbuhkan sikap bertanggung jawab, mempersiapkan generasi berencana, dan membentuk karakter.

“SSK merupakan program BKKBN yang mempersiapkan genarasi emas 2025 dengan mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam kurikulum sekolah. Tujuannya agar bisa membekali siswa dengan pengetahuan dan kesadaran tentang kependudukan, kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan tanggung jawab sosial agar menjadi pribadi yang tangguh dan berencana untuk masa depan mereka,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, PJK sebagai wadah yang menyediakan informasi, data, dan edukasi mengenai isu-isu kependudukan, terutama dalam konteks program Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga. Ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang masalah kependudukan, mendorong generasi yang bertanggung jawab.

Selain itu, Koordinator Kemendukbangga Papua Selatan, Drs. Djonny Suwuh menambahkan terkait kebijakan kemendukbangga dan pembangunan keluarga 2025-2029. Menurutnya, kebijakan tersebut berfokus pada lima sasaran utama yakni, pengelolaan kuantitas dan peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan mobilitas penduduk, serta penataan administrasi kependudukan. “Supaya dapat mempersiapkan SDM berkualitas, menangkap peluang bonus demografi, dan mendukung target nasional melalui program-program prioritas seperti,  GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan SuperApps Keluarga Indonesia,” terangnya dalam penyampaian materi. [RADE-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *