Rasio PAD Terhadap APBD Papua Selatan Masih di Bawah 0,4 Persen

0
Sekda Papua Selatan saat menghadiri Lokakarya peningkatan PAD.

Sekda Papua Selatan saat menghadiri Lokakarya peningkatan PAD.

Merauke, PSP – Sekda Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memperkuat sistem keuangan daerah agar lebih efisien, akuntabel, dan produktif.

Hal itu disampaikan Ferdinandus saat membuka Lokakarya Roadmap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Papua Selatan di Hotel Halogen, Merauke, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, riset dan kebijakan fiskal yang adaptif, transparan, serta berbasis potensi lokal sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan PAD di provinsi baru tersebut. “Penelitian dan kebijakan fiskal yang kita ambil harus mampu menjawab peluang ekonomi daerah dengan memanfaatkan teknologi secara optimal,” ujar Ferdinandus.

Ia menambahkan, riset fiskal perlu diarahkan untuk mencapai pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. “Kita harus bisa melaksanakan riset fiskal yang berorientasi pada peluang adaptif, transparan, dan berbasis potensi lokal,” katanya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam lokakarya, rasio PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Selatan saat ini masih berada di bawah 0,4 persen. Kondisi ini menuntut langkah strategis dan inovatif agar kontribusi PAD terhadap pembangunan daerah dapat meningkat signifikan.

“Rasio nya masih di bawah 0,4 persen,” sebut dia.

Dalam kesempatan tersebut, Ferdinandus juga menyinggung target indeks akuntabilitas keuangan daerah Papua Selatan yang diharapkan bisa mencapai predikat AA (sangat baik) pada tahun 2029. “Kita targetkan pada 2029 Papua Selatan bisa mencapai predikat AA. Karena itu, kita perlu bekerja lebih cepat, tanggap, dan responsif terhadap setiap peluang peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia mengibaratkan potensi Papua Selatan seperti “raksasa yang sedang tidur” yang harus segera dibangunkan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. “Saatnya kita bangunkan dan beri panggung agar bisa bergerak dan berkontribusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ferdinandus menekankan pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintah daerah yang lebih aktif mencari solusi dan berani mengambil inisiatif. “Selama ini kita cenderung menunggu bola datang. Sekarang kita harus merebut bola itu agar bisa mencetak gol. Setiap rapat harus menghasilkan perubahan dan peningkatan nyata,” ujarnya. Sekda Papua Selatan itu juga mengapresiasi seluruh peserta lokakarya yang telah memberikan gagasan dan masukan konstruktif bagi penyusunan roadmap PAD. Ia berharap hasil kegiatan tersebut menjadi langkah awal menuju kemandirian fiskal Papua Selatan di masa mendatang. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *