Papua Selatan Gelar Pendampingan Beasiswa LPDP dan Pelatihan Bahasa Inggris untuk Anak Asli Papua
Guritno saat menyematkan tanda peserta dalam rangka pelatihan dan pendampingan beasiswa LPDP.
Merauke, PSP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan menggelar kegiatan pendampingan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan pelatihan bahasa asing (Bahasa Inggris) yang ditujukan untuk generasi muda, khususnya anak-anak asli Papua di Hotel Sunny Day, Senin (22/9).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, yang mewakili Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.
Dalam sambutannya, Guritno menyampaikan bahwa program beasiswa LPDP bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang negara untuk mencetak sumber daya manusia unggul.
LPDP bukan hanya program beasiswa, tetapi merupakan investasi negara dalam mencetak generasi unggul yang akan memimpin perubahan, membawa kemajuan, serta menjawab tantangan masa depan bangsa,” ujarnya.
Guritno bilang kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk mempersiapkan generasi muda yang siap menjadi pemimpin di tingkat daerah maupun nasional.
Ini adalah pencapaian besar dan awal dari tanggung jawab besar, karena peserta membawa harapan empat kabupaten di Papua Selatan, keluarga, dan bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut Guritno, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga bertujuan memperkuat karakter, nilai kebangsaan, serta semangat kontribusi peserta terhadap pembangunan daerah.
Diharapkan agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, serta memanfaatkannya sebagai batu loncatan untuk meraih pendidikan tinggi dan berkontribusi nyata di berbagai sektor.
Selain itu, Guritno menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan yang telah memilih dan menyiapkan anak-anak asli Papua untuk mengikuti program ini. “Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita untuk menyiapkan provinsi ini agar di masa mendatang tidak ada pertanyaan tentang keberadaan orang asli Papua dalam pembangunan,” tegasnya. [ERS-NAL]
