MBG di Boven Digoel Baru 4 Sekolah yang Terlayani

0
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Distrik Mandobo Kabupaten Boven Digoel AndiĀ AlfianĀ Rifaldi

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Distrik Mandobo Kabupaten Boven Digoel AndiĀ AlfianĀ Rifaldi

Tanah merah, PSP – Makanan Bergizi Gratis (MBG) Khususnya di Boven Digoel kini baru beroperasi kurang lebih dua Minggu, dimana program nasional tersebut baru di terapkan di 4 Sekolah Yakni SMP Negeri 1 Tanah Merah, PAUD IT, SD IT dan Sekolah Dasar Inpres Tanah Merah, sementara sekolah lainnya belum mendapatkan manfaat MBG tersebut. Hal tersebut di ungkapkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Distrik Mandobo Kabupaten Boven Digoel Andi Alfian Rifaldi.

Andi menjelaskan, Program MBG khususnya di Distrik Mandobo, mendapatkan Tiga Kuota Dapur Mandiri, yang siap melayani Sekolah-sekolah yang berada di pusat Ibu Kota Tanah Merah, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/MK, termasuk pelayanan kepada Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita.

Dari Tiga Dapur Mandiri tersebut. Kata Andi, baru terdapat Satu dapur mandiri yang beroperasi, sehingga hanya memenuhi 4 Sekolah yang terlayani. Sementara Dua Dapur Mandiri lainnya dalam proses tahapan persiapan, dan dalam Waktu yang tidak lama ini akan beroperasi. Pasalnya sesuai dengan instruksi dari pusat, dalam satu tahun ini Semua Sekolah yang ada di Kabupaten Boven Digoel sudah harus menerima manfaat MBG tersebut.

“Kita baru berjalan dua Minggu, dan semuanya berjalan dengan baik, dan tahapan ini akan terus berlanjut, sampai tiga dapur ini beroperasi untuk melayani sekolah-sekolah yang ada di tanah merah,”ujarnya saat ditemui di Posko SPPG Distrik Mandobo.

Saat di singgung terkait dengan program MBG Sekolah-sekolah di tingkat Kampung dan Distrik terjauh, iya berujar, untuk tingkat Kampung dan Distrik Terjauh, Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuat Dapur 3T, untuk mekanismenya, BGN akan bekerja sama dengan Pemda setempat untuk membentuk Satgas Kusus untuk mensurvei tempat yang layak untuk proses pembangunan dapur tersebut, yang tentu akan di sesuaikan dengan keberadaan sekolah-sekolah yang ada di setiap kampung dan Distrik.

“Iya maksimal dalam satu dapur itu, bisa melayani 4.000 Siswa-siswi termasuk ibu hamil, menyusui dan balita tadi, kalau untuk distrik Mandobo ini dia tiga dapur, kalau untuk di tingkat distrik dan kampung terjauh akan sesuaikan apakah satu atau dua dapur,”ujarnya. Diakhir kata Andi juga berpesan bagi sekolah-sekolah yang hingga saat ini belum menerima manfaat MBG untuk bersabar, pihaknya tengah berupaya semaksimal mungkin untuk kedepan dapat terlayani, sementara yang sudah menerima manfaat diharapkan agar terus mendukung program MBG yang sudah di sediakan pemerintah pusat.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *