Tak Ada Surat Izin, Demo di GN Dibubarkan Polisi

0
Pendemo membakar ban mobil di tengah tengah aksi demo

Pendemo membakar ban mobil di tengah tengah aksi demo

Merauke, PSP  – Massa yang tergabung dalam dalam Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Peduli Pekerja  melakukan aksi demo di depan gerbang Kantor Gubernur Papua Selatan, Jalan Trikora, Jumat (18/07/2025). Aksi pendemo itu menuntut hak mereka atas hasil CPNS Formasi 2024. Aksi mereka berlangsung beberapa jam hingga akhirnya bubar setelah adanya imbauan dari Polres Merauke.

Kabag Ops Polres Merauke, AKP Irwanto Sawal mengatakan massa yang berjumlah ratusan itu tidak mengantongi izin dari Satuan Intelkam Polres Merauke.  Sesuai dengan aturan, 3 x24 jam, seharusnya mereka mengajukan surat, namun ini tidak ada sama sekali. Setelah memberikan pemahaman dan pendemo juga megakui tidak memiliki izin, mereka pun bubar.

“Kami menegaskan bahwa dalam melakukan demo atau orasi, ada aturan. Sehingga, mereka harus bubar”, tegas AKP Irwanto, usai membubarkan massa.

Sesuai rencana kata Kabag Ops, ada tiga kali imbauan. Namun, pada imbuan pertama, pendemo meminta untuk berkonsolidasi dengan pendemo  lainnya. Setelah konsolidasi, mereka mengakui kesalahannya, yakni tidak mengantongi izin dari Kepolisian.

“Meski mereka salah, kita tetap kawal dan jaga. Karena kita juga menjaga jangan sampai ada orang dari luar yang menyusup”, ucapnya.

Ditambahkan, surat yang ditujukan ke Satuan Intel sebelumnya, bukan untuk demo, namun audiens dengan Gubernur Apolo Safanpo.

Tampak seorang pendemo sedang berorasi di depak kantor gubernur Papua Selatan

Untuk mengamankan aksi demo itu sendiri, Polres Merauke dibantu Poslekta, Polsek KPL dan Polair berjumlah 250 personil.

Diketahui massa aksi berkumpul di area Mangga dua Kimaam dan dilanjutkan longmarch menuju kantor Gubernur Provinsi Papua selatan. Massa menyuarakan orasi dengan membakar tumpukan ban di jalan depan kantor Gubernur Papua Selatan, masa menyuarakan protes  Hasil pengumuman CPNS formasi 2024. Dinosius, salah satu pendemo mengatakan awalnya mereka bermaksud untuk bertemu dengan Gubernur Papua Selatan untuk beraudiens soal hasil CPNS tersebut. Hanya saja, karena tidak berhasil bertemu dengan Gubernur, mereka pun memilih untuk berorasi di depan Gedung Negara menyampaikan apa yang menjadi unek-uneknya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *