Pertamina Hadirkan Teknologi Pompa Ramah Lingkungan, Tingkatkan Ekonomi dan Akses Air di Ambon
Implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) inovatif bertajuk Wayame Hydro Bae
Merauke, PSP — Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Wayame berhasil mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) inovatif bertajuk Wayame Hydro Bae. Program ini memanfaatkan teknologi Pompa Ramah Lingkungan (Porling) untuk mengatasi krisis air bersih sekaligus mendorong peningkatan ekonomi lokal di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan akses air bersih dengan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha minyak atsiri dan petani hortikultura.
“Melalui Program CSR Wayame Hydro Bae ini kami berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat di Desa Wayame. Kami ingin mengintegrasikan akses air bersih yang nantinya dapat berdampak baik untuk kegiatan pertanian dan pemberdayaan UMKM,” ujar Ispiani dalam keterangannya, Senin (14/7).
Teknologi Porling yang digunakan dalam program ini mengandalkan energi terbarukan untuk menyalurkan air ke wilayah perbukitan tanpa memerlukan listrik tambahan. Solusi ini diklaim mampu menghemat waktu dua jam yang sebelumnya diperlukan warga untuk mengambil air bersih dengan berjalan kaki.
“Desa Wayame ini punya potensi sumber daya alam yang besar, tapi akses air bersih masih sulit. Itu menyulitkan pertanian dan pemberdayaan UMKM. Porling membuka jalan bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah Ispiani.
Dampak dari program tersebut mulai dirasakan langsung masyarakat. UMKM minyak atsiri yang sebelumnya stagnan kini mencatat peningkatan produksi, telah mengantongi sertifikasi halal MUI, dan tengah dalam proses pendaftaran ke BPOM. Produk lokal juga mulai menembus pasar modern.
Di sektor pertanian, hasil panen tomat mengalami lonjakan signifikan dari 2,5 ton pada 2021 menjadi 9,5 ton di tahun 2024. Pendapatan petani pun meningkat drastis dari sekitar Rp5 juta menjadi Rp29 juta per bulan.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina turut melibatkan kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan petani sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program.
Atas keberhasilannya, program Wayame Hydro Bae dianugerahi penghargaan Gold dalam kategori Economic Empowerment pada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025. Program ini dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Keberhasilan ini menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan program CSR dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. [ERS-NAL]
