Kepala BP3OKP : Pencaker OAP Perlu Dibekali Komputerisasi
Yosep Yolmen
Merauke, PSP – Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Selatan, Yoseph Yanawo Yolmen angkat bicara terkait unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam solidaritas pencari kerja orang asli Papua Selatan hingga berjilid-jilid atas hasil seleksi Caon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024.
Menurut Yolmen, selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah komunikasi sudah dibangun dengan Gubernur Papua Selatan. Kemudian dalam proses seleksi yang berlangsung sebelumnya anak-anak asli Papua mengalami kekurangan dalam sistim komputerisasi.
“Untuk itu perlu dilakukan training atau pembekalan khusus bagi anak-anak orang asli Papua, sehingga pada saat mereka mengikuti tes CPNS berbasis komputer, mereka juga mampu berkompetisi sesuai dengan kuota yang dibuka”, ujar Yolmen, kemarin.
Kaitan dengan demo tersebut, Yolmen sendiri terus berdiskusi dengan Gubernur Apolo Safanpo untuk mencari solusi terbaik bagi anak-anak OAP.
Ditambahkan Yolmen keberadaan BP3OKP memiliki peran untuk fungsi koordinasi, sinkronisasi dan evaluasi bersama pemerintah daerah.
“Ketika di daerah ada hambatan-hambatan maka kami akan membawa hambatan atau kendala tersebut langsung ke pusat”, tuturnya. Seperti diketahui, dari unjukrasa pertama hingga yang ke empat kali, para pendemo datang untuk menuntut hak-hak mereka atas hasil tersebut. Mereka juga menyebut banyak dugaan kecurangan atau ketidak transparanan dalam pelaksanaa CPNS 2024 itu. Untuk itu gubernur diminta membatalkan SK dan dilakukan pengecekan ulang atas nama-nama yang lulus. Apakah benar mereka adalah orang papua asli Papua Selatan.[FHS-NAL]
