Pokja Perempuan MRP Komit Kembangkan Ekonomi Kreatif
Kunker Pokja Perempuan, MRP dengar aspirasi Terkait pemberdayaan Ekonomi Kreatif. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Kelompok Kerja Perempuan, Majelis Rakyat Papua (MRP) akan berkomitmen untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif secara khusus bagi mama-mama Papua. Komitmen ini dilakukaan dengan terus melakukan pendampingan dan komunikasi dengan pemerintah terkait guna menyatukan kekuatan bagi pengembangaan sektor ekonomi kreatif.
Ketua Pokja Perempuan MRP, Nathalia Kalo dalam kunjugan kerjanya di Kabupaten Merauke menjelaskan bahwa langkah awal komitemn tersebut dilakukan dengan menjaring aspirasi dari mama-mama Papua pelaku ekonomi kreatif.
“Kami mengundang dinas-dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perindakop, Pariwisata. Kami undang untuk memberi masukan apa yang selama ini dinas sudah bekerja. Melayani kelompok-kelompok pengrajin mama-mama Papua di Kabupaten Merauke,” terangnya di Hotel Megaria, Selasa (16/11).
Selanjutanya, Nathali menargetkan kedepan di Kabupaten Merauke akan terbentuk satu rangkaian sektor ekonomi kreatif, yang mencakup dari hulu hingga ke hilir.

“Saya berfikir minimal kita harus mengadakan satu buah galeri yang jelas, untuk bisa menampung kerajinan mama-mama. Kami mengharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mendukung salah satu pokja galeri yang bisa ada di Kabupaten Merauke untuk merangkum hasil kerajinan,” tambahnya.
Bagai gayung bersambut, Sekda Kebupaten Merauke, Ruslan Ramli dalam kesempatan yang sama mengemukakan bahwa saat ini pemda Merauke tenggah memberi perhatian besar terhadap sektor ekonomi kreatif dengan harapan akan bisa terus berkembang.
“Kebetulan kita juga lagi konsern tentang bagaimana pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Merauke. Kalau kita bicara pemberdayaan, tentu dilevel kebijakan juga harus ada sinergitas. Kita menyambut baik ide konsep ini,” katanya.

Selain itu, Ruslan menjelaskan bahwa MRP perlu menambah unsur lain dalam hal pengembangan ini. Ia mencontohkan, pihak pemberi modal memliki peran yang sangat penting membantu memberikan suntikan dana bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Kita berharap kedepan, akses perbankan dalam ekonomi transaksi bisa diperjuangkan. Karena mama-mama kita biasanya kesulitan dari aspek modal. Sehingga mungkin kedepan bagaimana ada semacam kelompok yang bisa dibentuk yang bekerja sama dengan perbankan untuk bagaimana menciptakan supaya akses modal itu gampang,” tambahnya. [WEND-NAL]
