JKN-KIS Bantu Marious Jalani Operasi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

0
CaptureJPG_1634604472

Mappi, Jamkesnews – Marious Makonin (55) merupakan salah satu peserta segmen Pekerja Penerima Upah-Penyelenggara Negara (PPU-PN) Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia terdiagnosa mengidap Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran kelenjar prostat yang dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil. Sejak dirinya mengidap penyakit tersebut, Marious kemudian dianjurkan untuk operasi kelenjar prostat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Mappi.

Dalam keterangannya, Marious mengaku tidak dapat melakukan kegiatan dengan normal karena penyakit yang dideritanya. Dari awal pemeriksaan, dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi namun dirinya mengaku masih ingin melakukan pengobatan alternatif lainnya.

“Sejak awal mengidap penyakit ini, saya sudah beberapa kali berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar dan diberikan obat oleh dokter. Terakhir saya berobat lagi, dokter memberikan rujukan ke Rumah Sakit Mappi untuk pemeriksaan lebih lanjut dan dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter mengisyaratkan operasi untuk mengangkat kelenjar prostat yang semakin membesar. Akhirnya saya pun menyetujui dan hari itu juga operasi dilakukan. Beruntungnya, saya punya kartu JKN-KIS yang menolong saya membiayai semua bentuk pelayanan yang diberikan,” ucapnya, Jumat (22/10). 

Morius yang kesehariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Mappi mengaku tidak mengalami perbedaan pemberian layanan kesehatan. Sebagai PNS golongan III, ia sudah merasa bersyukur bisa mendapatkan hak kelas perawatan kelas satu di rumah sakit tersebut.

“Sejauh ini aman, tidak ada kendala sama sekali. Ruang perawatan tersedia dan fasilitasnya sangat bagus, bersih dan petugasnya pun ramah. Operasinya berlangsung tidak lebih dari satu jam dan proses pemulihan pasca operasinya pun lancar. Dokter menginstruksikan agar tidak terlalu banyak bergerak dan apabila dalam jangka waktu empat hari ke depan kondisi semakin membaik, saya sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan,” terangnya.

Mengakhiri pembicaran, ia pun berharap agar nantinya semakin banyak masyarakat yang taat mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS. Menurutnya, tidak perlu menunggu sakit untuk terdaftar sebagai peserta dan berharap program ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan. (TR/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *