PCR Kembali Beroperasi, TCM Malah Tak Beroperasi
Direktur RSUD Merauke, dr. Yenny Mahuze
Merauke, PSP – Satu-satunya Polymerase chain reaction (PCR) di Kabupaten Merauke yang digunakan untuk mendiagnosis virus covid-19 di RSUD telah kembali bisa digunakan setelah sebelumnya mengalami gangguan.
Direktur RSUD Merauke, dr. Yenny Mahuze menjelasakan pekan lalu pihaknya telah mendatangkan teknisi untuk melakukan perbaikan.
“PCR Sudah tidak, teknisi datang satu minggu ini. Sekarang sudah jalan, kemarin sudah ada hasil,” ungkapnya di Kantor Setda Merauke, Kamis
(26/8/2021).
Sementara itu, alat tes covid-19 lainya yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM) saat ini tidak bisa beroperasi akibat kehabisan stok catridge. “Kalau TCM kan cepat, paling satu dua jam, nah itu sekarang habis catridge dan belum ada, dipasaran susah. Dia habis, kita kan biasa dibantu oleh provinsi,” tambahnya.
Yenny menambahkan saat ini produksi catridge sangat terbatas. Sehingga hanya daerah-daerah dengan PPKM level 4 yang diperioritaskan untuk disuplai.
“Kemarin distributor di jakarta memang kontrak memang antrian, siapa yang lebih penting. Karena memang turun level dari 4 ke 3, jadi tidak diperiorotaskan,” pungkasnya. Untuk diketahuai bahwa PCR dan TCM, merupakan alat untuk mendiagnosis atau menguji virus covid-19. Hanya saja, keduanya memiliki kapasitas sempel dan waktu uji yang berbeda. PCR sekali uji bisa sampai 100 sampel, dengan waktu uji hingga satu hari. Sementaara TCM memiliki kapasitas uji hanya 8 sampel, namun dengan waktu uji yang lebih cepat, yaitu 2 jam. [WEND-NAL]
