Reses Ke Kampung Matara, Eben Lakukan Penenaman Pohon Bakau
Kegiatan Penanaman Bakau di Pantai Matara oleh DPRP, Hendrikus Eben Mahuze dan Dandim 1707. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Anggota Komisi 3 DPRP Papua, Hendrikus Eben Gebze, bersama Dandim 1707, Letkol Muh Rois dan beberapa unsur lainya melakukan penanaman pohon bakau di Pantai Wendu, Kampung Matara Distrik Semangga. Penanaman Pohon bakau ini merupakan salah satu agenda reses atau kunjungan kerja ke 2 nya di Wilayah Animha.
Eben menyebutkan bahwa penanaman pohon bakau merupakan sebuah upaya dalam rangka mengurangi dampak terjadinya abrasi pantai yang terjadi disepanjang pantai Urum, Matara dan sekitarnya yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Penanaman pohon bakau sejumlah 25.295 pohon, disepanjang bibir pantai. Kurang lebih 15 kilo dari Urumb sampai dengan Kumbe. Ini dalam mengantisipasi abrasi pukulan ombak. Yang dari pemerintah sebelumnya telah dilakukan tindakan untuk mencegah abrasi, namun sampai saat ini juga tidak bisa, tetap terus ombak dari laut sampai mau dekat kampung-kampung lokal,” terangnya di Pantai Matara, Selasa (29/6/2021).
Ia tidak memungkiri bahwa sebab terjadinya abrasi tidak lepas dari adanya ulah sebagian masyarat yang sampai saat ini masih saja mengali dan menjual pasir yang seharusnya sudah sangaat dilarang.
“Memang satu dua orang masih melakukaan pencurian pasir-pasir ilegal yang C. kami sudah berbicara dengan tokoh masyarakat 7 dusun, kami sudah dibicarakan, sudah diupayakan oleh masyarakat adat. Bahwa masyarakat yang gali akan dikenakan sanksi adat yang dikenakan oleh tokoh adat,” jelasnya.
Namun demikian, ulah sebagian masyarakat ini menurutnya desebabkan oleh kondisi ekonomi. Yang mana, masyarakat tidak punya pilihan untuk memperoleh pekerjaan lain selain dengan menjual pasir. Oleh karenannya, ia meminta pemerintah daerah turut berperan dalam rangka memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Pemerintah juga harus memberikan pemahaman, kepada pemuda, ini karena hilangnya pekerjaan. Sehingga, hilangnyaa pekerjaan itu, mereka mau kemana lagi, ini kan persoalan. Ada kesenjanggan sosial yang selama ini kita lihat,” ujarnya.
Sebagi solusinya, Eben mengusulkan agar pemerintah daerah mendorong dibukanya lahan pertanian bagi masyarakat sekitar kampung Urum dan Matara. “Masyarakat marid perlu didorong dengan dibuka lahan-lahan pertanian, ini kan masih ada. Coba dibuka di belakang perkampungan, sehingga mereka tidak kehilangan pekerjaan,” pungkasnya. [WEND-NAL]


