JKN-KIS Buat Odelia Tenang Bersalin di Tengah Pandemi

0
lskpJPG_1615793218

Boven Digoel, Jamkesnews – Kehamilan dan melahirkan merupakan peristiwa membahagiakan bagi setiap orang tua. Namun, tak dipungkiri menjalani kehamilan dan melahirkan saat pandemi Covid-19 dapat menambah kecemasan sang ibu. Sebab, persiapan yang dilakukan menjadi lebih matang dan terdapat beberapa prosedur yang harus dijalankan. Seperti yang dialami Odelia Sagi (38), salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penduduk yang Didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (PD-Pemda).

Odelia mengaku cukup khawatir dirinya harus melahirkan di tengah pandemi Covid-19. Dengan memperhatikan protokoler kesehatan yang berlaku, proses persalinannya dibantu oleh bidan yang ada di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dia terdaftar.

“Persalinan saya awalnya dibantu oleh bidan yang ada di FKTP tidak jauh dari tempat tinggal saya. Saat ada kontraksi, suami langsung mengantar saya ke sana dan akhirnya saya harus dirujuk karena kondisi janin yang tidak stabil. Dengan cepat oleh petugas FKTP merujuk dan mengantar saya sampai ke rumah sakit menggunakan ambulans,” ucapnya pada Jamkesnews, Senin (15/03).

Proses persalinan berjalan lancar namun Tuhan berkehendak lain. Janin yang telah berhasil dilahirkan Odelia tidak terselamatkan. 

“Sekarang sudah memasuki hari ke tiga saya dirawat di sini. Kami sekeluarga sangat sedih dengan meninggalnya bayi yang baru saja dilahirkan. Di sisi lain, saya merasa bersyukur menjadi peserta JKN-KIS karena pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan sangat maksimal, proses administrasi tanpa kendala dan semuanya begitu cepat. Tidak lama berselang saat saya tiba di rumah sakit, saya tidak sadar ternyata sudah diruang operasi untuk menjalani operasi caesar. Saya salut dengan pelayanan yang telah diberikan,” ucapnya.

Melalui suaminya, Odelia pun penasaran untuk menanyakan biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung atas pelayanan kesehatan yang telah didapatkannya.

“Pagi tadi, suami saya sudah berkordinasi dengan loket administrasi serta perawat mengenai biaya perawatan yang harus ditanggung. Awalnya saya khawatir dengan biaya tersebut, namun setelah mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit, saya lega sekali karena ternyata sudah ditanggung oleh Program JKN-KIS. Seluruh biaya pelayanan kesehatan saya selama di sini gratis. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih banyak pada pemerintah yang sudah menanggung saya sebagai peserta JKN-KIS,” katanya. (Tim BPJS Kesehatan Kabupaten Merauke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *