Penyuluhan Hukum Terpadu, Wabup Berharap Menjadi Momentum Masyarakat Merauke Semakin Taat Hukum
Penyuluhan Hukum Terpadu. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Pemerintah Kabupaten Merauke menggelar penyuluhan hukum bagi seluruh masyarakat dan aparatur pemerintah ditingkat kampung dan distrik yang dihelat secara bergiliran di tiap-tiap distrik di Kabupaten Merauke, yang mana pada kali pertama dimulai di Distrik Eligobel pada Selasa (23/3/2021).
Wakil Bupati Kabupaten Merauke, Riduwan yang hadir dalam pembukaan kegiatan mengatakan bahwa melalui kegiatan ini pemerintah berharap masyarakat Kabupaten Merauke akan semakin sadar dan taat terhadap ketentuan hukum, baik hukum agama, maupun hukum positif negara.
“Diharapkan dengan kegiatan ini bisa tersosialisasikan hukum yang ada di Indonesia. Hari ini bisa menjadi momen untuk seluruh masyarakat Merauke menjadi masyarakat yang taat hukum. Tentu ini perlu tahu, bahwa hukum sendiri sudah dilaksanakan oleh masyarakat,” terangnya, usai kegiatan kemarin.

Sementara itu, untuk mensukseskan hajat ini, Wabup Riduwan menekankan perlu adanya keterlibatan para tokoh agama. Pasalnya, tokoh agama menjadi sosok sentral yang dapat menyentuh masyarakat untuk memberi arah kepada jalan baik atau taat terhadap hukum agama. Riduan menilai masyarakat yang memiliki ketaatan kepada agamanya, cenderung tidak pernah melanggar hukum negara.
“Ketaatan terhadap hukum agama akan dibarengi dengan ketaatan terhadap hukum itu sendiri. Karena bagaimana mereka menjalankan agama, misalnya dari Islam, mereka menjalankan dengan baik, insyallah mereka akan taat hukum. Juga dari Kristen yang taat pada agamanya, akan otomatis menjadi orang yang taat terhadap hukum. Ketidak taatan hukum sesungguhya bisa ditandai bahwa mereka tidak taat terhadap agamanya,” ujarnya.
Lebih jauh, Riduan mengatakan bahwa Merauke sebagai miniatur Indonesia, banyak permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pasalnya, dengan berbagai macam agama, suku, dan budaya yang ada di Merauke, diharapkan keberagaman menjadi kekuatan untuk membangun republik ini. “Kita harus menjaga keberagaman ini menjadi kekayaan kita, agar menjadi motifasi untuk membangun. Karena keberagaman sudah sunatullah, sudah dari Allah yang menciptakan keberagaman ini, dan ini harus menjadi kekuatan untuk membangun kemajuan,” pungkasnya. [WEND-NAL]
