Sistem PJJ Belum Maksimal dan Efisien
Merauke, PSP- Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemic virus corona (covid-19) masih belum menemukan formula yang tepat. Sejumlah masalah kerap temukan, terutama terkait ketersediaan alat komunikasi beserta paket data internet untuk mendukung proses belajar mengajar. Persoalan ini harus segera diselesaikan mengingat jumlah kasus akibat pandemic covid-19 belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Alhasil, metode sekolah secara online diprediksi terus berlangsung dalam waktu lama.
Wakasek Kurikulum SMA Negeri Satu Merauke, Kampaye Patta mengungkapkan banyak sekali kendala dalam pembelajaran online atau daring terutama bagi anak-anak yang ekonominya menengah. “ Jika memiliki kemampuan ekonomi bagus kemudian didukung dengan pengawasan atau pendampingan orang tua, mungkin pembelajaran jarak jauh baru bisa dikatakan Efektif dan maksimal,” ungkap Kampaye Patta saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Selama pandemic ini, lanjutnya, mereka menggunakan aplikasi WhatsApp dan Zoom, tetapi mereka lebih banyak masih menggunakan WhatsApp, karena itu lebih murah.
“ Sedangkan yang luring itu bagi anak-anak yang tidak memiliki hp Android. Kita sarankan dengan cara luring. Dan untuk anak-anak yang datang ke sekolah mengambil materi dan tugas, mereka kembalikan lagi ke pihak sekolah atau ke gurunya,” terang Kampaye.
Ia menambahkan bagi anak-anak yang tidak menggunakan luring sampai dengan masuk semester ganjil 2020, mereka juga masih menggunakan PJJ, dan mengkombinasikan baik itu jarak jauh ataupun tatap muka terbatas. “ Untuk semester ganjil 2020 -2021 kita kombinasi 1 minggu tatap muka terbatas berjenjang. 2 minggu berikutnya kami daring itupun selama mereka daring dan tatap muka terbatas tidak lama karena covid-19 sudah ada dan terutama di semester genap ini,” ujarnya. [CR27-NAL]
