Sistem PJJ Belum Maksimal dan Efisien

0
SMANSA

Merauke, PSP-  Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemic virus corona (covid-19) masih belum menemukan formula yang tepat. Sejumlah  masalah kerap temukan, terutama terkait ketersediaan alat komunikasi beserta paket data internet untuk mendukung proses belajar mengajar. Persoalan ini harus segera diselesaikan mengingat jumlah kasus akibat pandemic covid-19 belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Alhasil, metode sekolah secara online diprediksi terus berlangsung dalam waktu lama.

Wakasek Kurikulum SMA Negeri Satu Merauke, Kampaye Patta mengungkapkan banyak sekali kendala dalam pembelajaran online atau daring terutama bagi anak-anak yang  ekonominya  menengah. “ Jika memiliki kemampuan ekonomi bagus kemudian didukung dengan pengawasan  atau pendampingan  orang tua, mungkin pembelajaran jarak jauh baru bisa dikatakan Efektif dan maksimal,” ungkap Kampaye Patta saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.  

Selama pandemic ini, lanjutnya, mereka  menggunakan aplikasi  WhatsApp dan Zoom, tetapi  mereka lebih  banyak  masih  menggunakan WhatsApp, karena itu lebih murah.

“ Sedangkan  yang luring itu bagi anak-anak yang tidak memiliki  hp  Android. Kita sarankan dengan cara  luring. Dan untuk anak-anak  yang datang ke sekolah mengambil materi dan tugas, mereka kembalikan lagi ke pihak sekolah atau ke gurunya,” terang Kampaye. 

Ia menambahkan bagi anak-anak yang tidak menggunakan  luring  sampai dengan masuk semester ganjil 2020, mereka  juga  masih menggunakan  PJJ,  dan mengkombinasikan  baik itu jarak jauh ataupun tatap muka terbatas. “ Untuk semester ganjil 2020 -2021  kita kombinasi 1 minggu  tatap muka terbatas berjenjang.  2 minggu berikutnya kami  daring itupun selama mereka daring dan tatap muka terbatas tidak lama karena covid-19  sudah ada dan  terutama di  semester genap  ini,” ujarnya.  [CR27-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *