Wujudkan Mimpi Lewat Pendidikan: Puluhan Warga Belajar PKBM Kasih El Rapha Ikuti Ujian Kesetaraan di Mappi
Mappi, PSP– Semangat menuntut ilmu tak mengenal batasan usia maupun jarak. Hal ini dibuktikan oleh puluhan warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kasih El Rapha, Kabupaten Mappi, yang memulai perjuangan mereka dalam Ujian Paket C sejak Senin, (13 April 2026).
Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi menunjukkan komitmen penuh terhadap keberlangsungan pendidikan non-formal. Plh. Kepala Dinas Pendidikan, Paulina Erro, S.STP, didampingi Plt. Kabid Paud & PNF, Imelda Morin, S.Pd, serta Penanggung Jawab PNF, Albert Takjemu, S.Pd, turun langsung meninjau pelaksanaan ujian di lapangan.
“Monitoring ini bertujuan memastikan seluruh proses pembelajaran yang telah dilalui warga belajar bermuara pada pelaksanaan ujian yang berkualitas dan transparan,” ujar Plh. Dinas Pendidikan.
Menyesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan peserta, ungkap dia, ujian yang berlangsung dari 13 hingga 17 April 2026 ini dilaksanakan melalui dua metode yakni, Ujian Offline diikuti oleh 66 peserta. Ujian Online diikuti oleh 23 peserta yang berada di luar kota kepi melalui tautan ujian khusus, jadi sebanyak 89 warga belajar berjuang bersama untuk meraih ijazah Paket C.
Sesuai dengan motto PKBM Kabupaten Mappi, “Menjangkau yang tidak terjangkau, melayani yang tidak terlayani dengan Setulus Hati”, pelaksanaan ujian ini sarat akan kisah inspiratif.
Kepala PKBM Kasih El Rapha, Irma Pusuma, S.Pd.Gr, mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme para peserta. Meski beberapa di antaranya harus menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki menuju lokasi ujian, semangat mereka tidak surut sedikit pun.
“Suasana tenang dan nyaman di ruang ujian menunjukkan betapa seriusnya mereka. Semangat ini menjadi bukti bahwa keinginan untuk maju dalam pendidikan non-formal di Kabupaten Mappi sangatlah tinggi,” ujar Irma Pusuma.
Ia ungkapkan, pelaksanaan ujian hari pertama berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan di tengah-tengah peserta tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga menjadi dorongan motivasi bagi warga belajar dan pengawas.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak kemajuan pendidikan di Kabupaten Mappi, membuktikan bahwa jalur pendidikan non-formal memiliki peran krusial dalam menciptakan sumber daya manusia yang berprestasi dan berdaya saing,” pungkasnya. [RADE-NAL]
