Over Kapasitas, Lapas Merauke Berdayakan Narapidana   dari Bertani Hingga Menjual Gorengan

0
Warga binaan Lapas Merauke menjual gorengan di depan kantor Lapas.

Warga binaan Lapas Merauke menjual gorengan di depan kantor Lapas.

Merauke, PSP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Merauke memberdayakan para narapidana melalui sejumlah program pembinaan kemandirian, mulai dari bidang agribisnis dan pertanian hingga usaha jasa dan keterampilan.

Program yang dijalankan meliputi kegiatan bertani, agribisnis, berjualan gorengan, jasa potong rambut, pengolahan sekam bakar, pengelasan, pembuatan keripik, hingga usaha pencucian sepeda motor.

Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan agar mandiri setelah menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas II B Merauke, Dewanto, mengatakan program pembinaan kemandirian tersebut dapat diikuti oleh narapidana yang telah menjalani setengah masa hukuman.

“Program-program yang ada boleh diikuti warga binaan yang sudah melewati setengah masa hukumannya,” kata Dewanto di Lapas Merauke, baru-baru ini.

Selain memenuhi syarat masa pidana, warga binaan juga harus melalui sidang Tim Pembinaan Pemasyarakatan (TPP). Menurut Dewanto, terdapat persyaratan administratif dan substantif yang harus dipenuhi.

“Jadi selain syarat administratif, juga ada syarat substantif, yaitu berkelakuan baik dan tidak pernah melanggar aturan,” ujarnya.

Dewanto menambahkan, saat ini jumlah warga binaan di Lapas Kelas II B Merauke mencapai 527 orang, sementara kapasitas ideal lembaga pemasyarakatan tersebut hanya 319 orang. “Sudah over kapasitas sekali,” pungkasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *