Masyarakat Merauke Belum Nikmati BBM Satu Harga, Pertalite Tembus Rp25 Ribu per Liter
Pertemuan perangkat distrik Waan dan Kontuar dengan Gubernur Papua Selatan menyampaikan permasalahan salah satunya mengenai BBM
Merauke, PSP – Program BBM satu harga yang selama ini digaungkan pemerintah belum dirasakan masyarakat di Distrik Waan dan Kontuar, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Hingga kini, warga di wilayah pesisir tersebut masih kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dan harus membeli dengan harga tinggi.
Masyarakat setempat menyebutkan, jika BBM tersedia, harga Pertalite dibanderol hingga Rp25 ribu per liter, jauh di atas harga resmi yang berlaku secara nasional.
Kepala Distrik Waan, Victor Chabuya Mowen, mengatakan tidak ada penerapan BBM satu harga di wilayahnya. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang bergantung pada transportasi laut.
“Tidak ada BBM satu harga di wilayah kami, per liter Rp25 ribu jenis Pertalite,” kata Chabuya di Merauke, beberapa waktu lalu.
Chabuya mengungkapkan, pihak distrik sempat menerima informasi rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah mereka. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum juga terealisasi.
“Kami sudah sempat dengar akan dibangun SPBU, apakah di Kontuar, Waan, atau Tabonji, kami belum tahu pasti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa wilayah seperti Distrik Kontuar, Tabonji, dan Waan sempat disebut sebagai alternatif lokasi pembangunan SPBU. Namun, tidak ada kejelasan lanjutan terkait realisasi pembangunan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, pembangunan SPBU untuk wilayah Kimaam dan Waan telah melalui proses lelang dan bahkan sudah memiliki pemenang tender. Meski demikian, hingga kini belum ada aktivitas pembangunan di lapangan. Kondisi ini menambah daftar wilayah terpencil di Papua Selatan yang belum sepenuhnya merasakan pemerataan energi, meskipun program BBM satu harga telah lama dicanangkan pemerintah pusat. [ERS-NAL]
