Indosat Perkuat Infrastruktur Digital di Merauke, Jumlah BTS 4G Naik 42 Kali Lipat

0
Kantor Indosat

Kantor Indosat

Merauke, PSP – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat infrastruktur jaringan di Kota Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari komitmen pemerataan akses digital hingga wilayah timur Indonesia.

Penguatan jaringan tersebut dilakukan sejak 2024 dan mencakup perluasan layanan konektivitas untuk mendukung aktivitas masyarakat, pendidikan, layanan publik, serta pengembangan ekonomi digital.

Hingga kuartal III 2025, jumlah BTS 4G Indosat di Merauke tercatat meningkat hingga 42 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Seiring dengan perluasan jaringan tersebut, trafik data juga mengalami lonjakan signifikan, tumbuh hingga 65 kali lipat. Peningkatan ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital yang stabil dan berkualitas.

Indosat menghadirkan dua brand layanannya, IM3 dan Tri, untuk menjangkau berbagai segmen pengguna. IM3 ditujukan bagi pengguna dewasa dengan layanan yang fleksibel dan andal, sementara Tri menyasar generasi muda, khususnya Gen Z, dengan layanan digital yang inovatif.

EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, mengatakan penguatan jaringan di Merauke tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengembangan ekosistem digital yang berkelanjutan.

“Indosat berkomitmen mendorong terbentuknya ekosistem digital yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Swandi.

Selain penguatan jaringan di Merauke, Indosat juga mengembangkan ekosistem digital di Papua melalui peresmian AI Experience Center (AIEC) di Jayapura pada 20 Mei 2025. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi Indosat dengan Huawei dan NVIDIA, serta dilengkapi jaringan 5G, laboratorium kecerdasan buatan, ruang pelatihan, dan area demonstrasi teknologi.

AIEC Jayapura diresmikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika dan menjadi AIEC kedua di Indonesia setelah Solo. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 pengunjung telah memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai pusat pengembangan talenta digital, kolaborasi akademik, dan peragaan teknologi berbasis AI. Kehadiran infrastruktur jaringan dan pusat pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat inklusi digital serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua, termasuk di sektor UMKM, perdagangan digital, dan layanan berbasis teknologi. [ERS-NAL] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *